Wakaf Quran
News Update :

Entri Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Baksos DPRa Dukuh Sutorejo

Kamis, Desember 25, 2008

Kegiatan Baksos di DPRa Sutorejo untuk bulan desember ini diadakan pada minggu ketiga atau tepatnya pada tanggal 21 Desember 2008 kemarin, bertempat di RT.01/RW.IV sebelah barat Mushola Salman Al-Farisi, Jl.Sutorejo no 5 Surabaya. Sasaran untuk kegiatan ini adalah Warga RW.IV dan RW VI kelurahan Dukuh Sutorejo, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya.

Kegiatan ini dimulai dengan serangkaian seremonial dari pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan acara inti yang meliputi Pengadaan Sembako Murah, Pelayanan Kesehatan yang meliputi cek Kesehatan (Gratis), Cek Asam Urat, dan Cek Gula Darah, serta Direct Selling. Untuk kegiatan yang terakhir ini, kami bekerjasama dengan TIM relawan atau Constituen Service dari DPD yang kemarin diturunkan ke Baksos DPRa Sutorejo jumlahnya 4 orang.

Animo warga sekitar terhadap acara ini sangat tinggi. Menurut ketua RW IV Bpk Mu’alim, kegiatan semacam ini terutama pengadaan sembako murah sangat dibutuhkan oleh masyarakat saat ini, apalagi ditengah harga kebutuhan pokok yang tidak menentu serta kelangkaan bahan pendukung kebutuhan pokok lainnya seperti minyak tanah,elpiji,dll, maka kegiatan seperti inilah yang mereka selalu nantikan, apalagi mayoritas warga kelurahan dukuh sutorejo tingkat ekonominya menengah kebawah.

Namun warga menyayangkan pengadaan sembako murah yang terbatas Cuma 100an paket, padahal warga yang membutuhkan lebih banyak dari jumlah tersebut. Hal tersebut bisa dilihat dari salah fenomena warga sekitar yang tetap setia menunggu sampai acara selesai sekitar pukul 11.30 WIB untuk mendapatkan sisa Sembako dari jatah warga yang mendapatkan kupon tetapi tidak diambil sampai batas waktu yang ditetapkan oleh panitia.

Ada kejadian lucu mewarnai kegiatan kemarin, ketika acara mendekati selesai dan panitian melakukan countdown untuk menandai batas akhir penukaran kupon, warga saling berebut paket sembako, karena banyak warga yang tidak mengindahkan aturan untuk mendaftarkan namanya terlebih dahulu kepanitia sebelum mengambil paket sembako, maka ada warga yang sudah terlanjur mendaftar dan membayar kepanitia ternyata barangnya sudah tidak ada.

Yaah akhirnya warga tersebut tidak mendapat paket sembako deh, mohon maaf ya ibu-ibu. Semoga kita bisa hadir kembali, ^_^

Renungan Tahun Baru 1430 Hijriah

Ikhwah Fillah tidak terasa dalam beberapa hari kedepan kita akan menghadapi atau lebih tepatnya melewati tahun 1429 H dan menyongsong hadirnya hari-hari baru yang akan kita isi di tahun 1430 H. Tahun baru Muharrom tentu selalu membawa semangat baru, terutama bagi Partai Keadilan Sejahtera yang mencitakan hadirnya masyarakat Madani di Indonesia.

Tentu kita tidak akan pernah melupakan peristiwa Hijrah Rasulullah SAW dan para sahabatnya 14 1/2 abad yang lalu, Peristiwa hijrah inilah yang menjadi awal mula berdirinya negara Madinah yang dari negara inilah kemudian Islam berkembang hingga ke pelosok dunia termasuk ke Indonesia. Sungguh besar jasa para pendahulu kita, semoga Allah melipahkan berkat dan rahmat yang tiada henti-hentinya untuk mereka.

Ihwah fillah salah satu semangat dalam periode awal Madinah adalah dipersaudarakanya antara Muslim Muhajirin dan Muslim Ansor, ukhuwah inilah yang kemudian menjadi modal besar bagi pondasi negara Madinah. Ukhuwah yang kuat itu kemudian di dukukung oleh sebuah piagam yang dinamakan dengan piagam Madinah, piagam yang mengatur hubungan antara muslim, nasrani dan yahudi.

Nah di tahun 1430 H ini pula kita nanti akan menghadapi pemilu yang tentu momen inilah yang akan sangat menentukan bagaimana catatan perjalan Bangsa Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar akan ditentukan hitam putihnya, seperti apa pandangan PKS ?.. Barangkali akan lebh lengkap jika kita semua melanjutkan kajian ini dengan membaca taujih yang disampaikan oleh Ust. Tifatul Sembiring yang dimuat di websita DPP PKS, berikut linknya Bisakah Kita (Ummat) Bersatu ?.....selamat menyimak...

UU BHP, Kado PKS Untuk Mahasiswa?

Rabu, Desember 24, 2008

Belum lama ini DPR mengesahkan UU BHP (Badan Hukum Pendidikan) yang menimbulkan gelombang demonstrasi dari para mahasiswa karena dinilainya akan merugikan kalangan mahasiswa dan hanya ‘menguntungkan’ pihak perguruan tinggi.

Protes juga dialamatkan kepada PKS karena Ketua Pansus RUU BHP adalah Irwan Prayitno yang merupakan anggota legislatif dari PKS.

Benarkah PKS sudah tidak pro dengan perjuangan mahasiswa yang menuntut pendidikan murah? Apakah politisi PKS sudah bergaya borjuis dengan membela kepentingan kapitalis pihak perguruan tinggi?

Menurut ketua Panitia Khusus RUU BHP, Irwan Prayitno (dari PKS), Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) justru menjamin biaya kuliah akan turun. Ketua Komisi X DPR yang membidangi pendidikan ini menilai orang-orang yang memprotes belum membaca dan memahami UU BHP secara menyeluruh.

“Bagaimana biaya kuliah mahal kalau biaya investasi (uang masuk, uang pangkal, dan lain-lain) ditanggung negara, dua pertiga biaya operasional ditanggung negara, dan ada klausul yang mengharuskan perguruan tinggi merekrut 20 persen mahasiswa miskin?” katanya di salah satu media.

Turunnya biaya kuliah ke depan, kata Irwan, dapat digambarkan dengan rumus: SPP BHP=SPP BHMN/sekarang - dana investasi - dana lain-lain - dua pertiga biaya operasional. Jika dulu biaya kuliah Rp 3 juta, dengan rumus itu, Irwan mengatakan, “Akan dikurangi biaya investasi Rp 1 juta, sehingga tinggal Rp 2 juta. Kemudian, dikurangi biaya lain-lain Rp 500 ribu, sehingga tinggal Rp 1,5 juta. Lalu, dipotong biaya operasional dua pertiga dari Rp 1,5 juta itu. Jadi, tinggal Rp 500 yang nanti dibayar.

Yang lebih menjamin UU BHP pro orang miskin, kata Irwan, adalah adanya klausul yang mengharuskan perguruan tinggi merekrut 20 persen mahasiswa miskin dan langsung diberi beasiswa. “Sekarang ini, total mahasiswa miskin di perguruan tinggi hanya lima persen dan saat masuk mereka harus sibuk cari beasiswa. Sekarang tidak lagi.”

Karena ketentuan-ketentuannya itu, Irwan mengatakan fraksi-fraksi di DPR bulat menyetujui RUU BHP untuk disahkan menjadi UU. “Kalau membaca draf awal pemerintah, memang mengandung banyak unsur komersial. mTapi, saat sampai di DPR, banyak yang kita delete,'' katanya.

Setelah kebutuhan anggaran diexercise dengan dana pendidikan Rp 200 triliun di APBN, Irwan mengatakan SPP di sekitar 50 perguruan tinggi yang totalnya Rp 5 triliun, bias ditutupi. Sebenarnya, kata Irwan, bisa saja pendidikan tinggi digratiskan. Tapi, itu dinilai tidak adil. “Jadi, kita bikin yang mampu tetap bayar, yang miskin gratis.”

Kalangan yang membayar pun, kata Irwan, kelak bertingkat-tingkat, sesuai kemampuan. “Bisa ada mahasiswa yang membayar Rp 100 ribu dan ada yang membayar Rp 10 juta,” katanya. Sangat gamblang dan terang sekali penjelasan dari doktor bidang manajemen SDM ini terkait kontorversi UU BHP.

Ali Abdurabbih, www.inilah.com

SELAMAT HARI IBU

Senin, Desember 22, 2008


Surat Dari Seorang Ibu...


Bila Ibu Boleh Memilih


Anakku...

Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu !!
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan
kebesaran Allah
Sembilan bulan nak...
Engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak
nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata


Anakku...

Bila ibu boleh memilih untuk ibu berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu !!
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menitkelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke
luar ke dunia sangat ibu rasakan


Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun
Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah...
saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,


Anakku...
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau
harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,!!
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu
dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan


Anakku...
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu
Tetapi anakku...
Hidup memang pilihan...
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana

Maka maafkanlah nak...
Maafkan ibu...
Maafkan ibu...


Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak...
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu

Percayalah nak...

Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu...

Cut Nyak Dien, Inspirasi Bagi Kaum Wanita

Nangroe Aceh Darussalam merupakan daerah yang banyak melahirkan pahlawan perempuan yang gigih tidak kenal kompromi melawan kaum imperialis. Cut Nyak Dien merupakan salah satu dari perempuan berhati baja yang di usianya yang lanjut masih mencabut rencong dan berusaha melawan pasukan Belanda sebelum ia akhirnya ditangkap.

Pahlawan Kemerdekaan Nasional kelahiran Lampadang, Aceh, tahun 1850, ini sampai akhir hayatnya teguh memperjuangkan kemerdekaan bangsanya. Wanita yang dua kali menikah ini, juga bersuamikan pria-pria pejuang. Teuku Ibrahim Lamnga, suami pertamanya dan Teuku Umar suami keduanya adalah pejuang-pejuang kemerdekaan bahkan juga Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Jiwa pejuang memang sudah diwarisi Cut Nyak Dien dari ayahnya yang seorang pejuang kemerdekaan yang tidak kenal kompromi dengan penjajahan. Dia yang dibesarkan dalam suasana memburuknya hubungan antara kerajaan Aceh dan Belanda semakin mempertebal jiwa patriotnya.

Ketika Lampadang, tanah kelahirannya, diduduki Belanda pada bulan Desember 1875, Cut Nyak Dien terpaksa mengungsi dan berpisah dengan ayah serta suaminya yang masih melanjutkan perjuangan. Perpisahan dengan sang suami, Teuku Ibrahim Lamnga, yang dianggap sementara itu ternyata menjadi perpisahan untuk selamanya. Cut Nyak Dien yang menikah ketika masih berusia muda, begitu cepat sudah ditinggal mati sang suami yang gugur dalam pertempuran dengan pasukan Belanda di Gle Tarum bulan Juni 1878.

Begitu menyakitkan perasaaan Cut Nyak Dien akan kematian suaminya yang semuanya bersumber dari kerakusan dan kekejaman kolonial Belanda. Hati ibu muda yang masih berusia 28 tahun itu bersumpah akan menuntut balas kematian suaminya sekaligus bersumpah hanya akan menikah dengan pria yang bersedia membantu usahanya menuntut balas tersebut. Hari-hari sepeninggal suaminya, dengan dibantu para pasukannya, dia terus melakukan perlawanan terhadap pasukan Belanda.

Dua tahun setelah kematian suami pertamanya atau tepatnya pada tahun 1880, Cut Nyak Dien menikah lagi dengan Teuku Umar, kemenakan ayahnya. Sumpahnya yang hanya akan menikah dengan pria yang bersedia membantu menuntut balas kematian suami pertamanya benar-benar ditepati. Teuku Umar adalah seorang pejuang kemerdekaan yang terkenal banyak mendatangkan kerugian bagi pihak Belanda. Teuku Umar telah dinobatkan oleh negara sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Sekilas mengenai Teuku Umar. Teuku Umar terkenal sebagai seorang pejuang yang banyak taktik. Pada tahun 1893, pernah berpura-pura melakukan kerja sama dengan Belanda hanya untuk memperoleh senjata dan perlengkapan perang. Setelah tiga tahun berpura-pura bekerja sama, Teuku Umar malah berbalik memerangi Belanda. Tapi dalam satu pertempuran di Meulaboh pada tanggal 11 Pebruari 1899, Teuku Umar gugur.

Cut Nyak Dien kembali sendiri lagi. Tapi walaupun tanpa dukungan dari seorang suami, perjuangannya tidak pernah surut, dia terus melanjutkan perjuangan di daerah pedalaman Meulaboh. Dia seorang pejuang yang pantang menyerah atau tunduk pada penjajah. Tidak mengenal kata kompromi bahkan walau dengan istilah berdamai sekalipun.

Perlawanannya yang dilakukan secara bergerilya itu dirasakan Belanda sangat mengganggu bahkan membahayakan pendudukan mereka di tanah Aceh, sehingga pasukan Belanda selalu berusaha menangkapnya tapi sekalipun tidak pernah berhasil.

Tapi seiring dengan bertambahnya usia, Cut Nyak Dien pun semakin tua. Penglihatannya mulai rabun dan berbagai penyakit orang tua seperti encok pun mulai menyerang. Di samping itu jumlah pasukannya pun semakin berkurang, ditambah lagi situasi yang semakin sulit memperoleh makanan.

Melihat keadaan yang demikian, anak buah Cut Nyak Dien merasa kasihan kepadanya walaupun sebenarnya semangatnya masih tetap menggelora. Atas dasar kasihan itu, seorang panglima perang dan kepercayaannya yang bernama Pang Laot, tanpa sepengetahuannya berinisiatif menghubungi pihak Belanda, dengan maksud agar Cut Nyak Dien bisa menjalani hari tua dengan sedikit tenteram walaupun dalam pengawasan Belanda. Dan pasukan Belanda pun menangkapnya.

Begitu teguhnya pendirian Cut Nyak Dien sehingga ketika sudah terkepung dan hendak ditangkap pun dia masih sempat mencabut rencong dan berusaha melawan pasukan Belanda. Pasukan Belanda yang begitu banyak akhirnya berhasil menangkap tangannya. Dia lalu ditawan dan dibawa ke Banda Aceh.

Tapi walaupun di dalam tawanan, dia masih terus melakukan kontak atau hubungan dengan para pejuang yang belum tunduk. Tindakannya itu kembali membuat pihak Belanda berang sehingga dia pun akhirnya dibuang ke Sumedang, Jawa Barat. Di tempat pembuangan itulah akhirnya dia meninggal dunia pada tanggal 6 Nopember 1908, dan dimakamkan di sana.

Perjuangan dan pengorbanan yang tidak mengenal lelah didorong karena kecintaan pada bangsanya menjadi contoh dan teladan bagi generasi berikutnya. Atas perjuangan dan pengorbanannya yang begitu besar kepada negara, Cut Nyak Dien dinobatkan menjadi Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Penobatan tersebut dikuatkan dengan SK Presiden RI No.106 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964

Sumber : www.tokohindonesia.com

Makan Gule Bersama Masyarakat

Senin, Desember 15, 2008

Suasana malam tasyakuran Idhul Adha 1429 H, tampak warga masyarat sudah hadir di depan sekretariat DPC PKS Mulyorejo

Bapak Suwono, Ketua RW 01 Kel. Mulyorejo menyampaikan sambutan dan ucapan terima kasih

Bapak M. Hasyim Selaku ketua panitia dan sekaligus CAD asli Mulyorejo

Foto Bersama dengan Masyarakat, dari kiri ke kanan, 1. M. Hasyim (CAD Dapil 3 Kota Surabaya), 3. Anang Kunaefi (Ketua DPC PKS Mulyorejo), 4. Suwono (Ketua RW 01), 5. Bpk Sulaiman

Setelah pagi harinya melakukan penyembelihan dan pembagian qurban, malam harinya DPC PKS Mulyorejo mengadakan tasyakuran Idul Adha bersama masyarakat sekitar sekretariat DPC. Dalam acara tersebut dihadiri sekitar 50an orang bapak-bapak dan Ibu-ibu.

Acara ini special karena lain dari biasanya, tentu saja yang menjadi sitimewa adalah suasana kebersaan antara pengurus DPC PKS Mulyorejo dengan masyarakat. Hal itu tampak dari sambutan yang di sampaikan oleh Bapak Ketua RW 01 Pak Suwono yang pada malam tersebut berkesempatan hadir dan menyampaikan sambutan mewakili tokoh masyarakat. Beliau mengatakan sangat berterimah kasih sekali kepada PKS yang telah mengadakan banyak sekali kegiatan yang sangat bermanfaat bagi warga masyarakat mulyorejo khususnya warga RW 01 kel. Mulyorejo, beliau juga berharap agar PKS kedepan bisa memberikan pelatihan-pelatihan kewirausahaan dan pemberdayaan kemasyarakatan bukan hanya memberi tapi setelah itu tidak ada kelanjutannya.

Sedangkan dari DPC yang memberikan sambutan adalah ketua DPC PKS Mulyorejo Anang Kunaefi. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa DPC PKS Mulyorejo sangat berterima kasih sekali kepada masyarakat sekitar yang telah banyak membantu aktifitas DPC khususnya dalam acara penyembelihan hewan qurban. Beliau juga menyampaikan bahwa sebenarnya PKS bukanlah partai yang gila kekuasaan, agenda pemilu 2009 adalah salah satu agenda dari sekian banyak agenda PKS yang lain. Makanya setelah pemilu 2009 Insya Allah PKS akan terus bekerja dan bukan bekerja hanya menjelang pemilu saja. Karena salah satu tujuan kita adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kemudian acara dilanjutkan dengan ramah tamah, semakin malam semakin tampak 'guyub' saja. Para warga dan pengurus tak sungkan-sungkan mengambil 'gule kambing dan sapi' yang sudah disiapakan. Makananya sendiri adalah hasil masakan Ibu-ibu di sekitar sekretariat. Setelah makan-makan selesai para warga di kasih kenang-kenangan kalender tahun 2009. Alangkah indah salam, salam yang ditebarkan malam itu... ingin ku kenang selalu...

Semarak Idul Adha 1429 H DPC PKS Mulyorejo

Sabtu, Desember 13, 2008

Dalam hari raya qurban ini, DPC PKS Mulyorejo menyembelih 1 ekor sapi dan 2 ekor kambing yang dikumpulkan dari kader dan simpatisan


Allahu Akbar...Allahu Akbar...Laailaaha Illallahu Allahu Akbar...
Allahu Akbar Wa Lilla Hilkham..
penyembelihan dilaksanakan di depan sekretariat DPC PKS Mulyorejo


Panitia Kurban dibantu masyarakat sekitar tampak sedang sibuk mengolah daging kurban


Para ibu-ibu pun tak mau ketinggalan berpartisipasi, nimbangnya jangan salah ya ibu-ibu...!!!

Tampak panitia sedang membagikan daging kurban kepada masyarakat yang berhak menerima

Survei Puskaptis : PKS Menang Dengan Suara 14.21 %

Rabu, Desember 10, 2008

Jakarta - Survei politik mutakhir yang dilakukan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) menempatkan PDI Perjuangan di urutan pertama Pemilu 2009 dengan dukungan 24,30% responden. Kemenangan ini disusul Partai Demokrat (19,44%), PKS (14,21%), dan Partai Golkar (11,96%).

Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid di Jakarta, Selasa (9/12/2008) mengatakan, dalam survei itu responden yang merahasiakan pilihannya sebanyak 21,87% dan yang menyatakan golongan putih (golput) hanya 0,37%.

Adapun alasan responden memilih partai pada pemilu mendatang adalah 36,84% karena melihat kapasitas calon anggota legislatif (caleg), 30,83% karena visi dan misi partai dan caleg, 30,23% karena figur atau karisma caleg, dan 2,11% karena alasan lain.

Survei yang berlangsung pada 24 November hingga 4 Desember 2008 itu dilakukan untuk mengetahui persepsi dan perilaku pemilih terhadap pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2009.

Husin mengatakan, survei itu menunjukkan bahwa 22,64% rakyat membutuhkan perubahan dan pembaruan di bidang ekonomi (kebutuhan pokok murah dan mudah didapat). Sementara rakyat yang membutuhkan perubahan dan pembaruan di bidang lapangan kerja sebesar 21,52%, kesejahteraan 21,17%, pendidikan 14,38%, kesehatan 14,37%, pertanian 2,52%, sosial 1,94%, dan hukum 1,46%.

"Dalam waktu yang tersisa menjelang Pemilu 2009, perbaikan bidang tersebut tidak bergantung pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla lagi, tetapi pada siapa yang menjadi presiden mendatang," kata ekonom Dr Fadil Hasan yang menjadi pembahas pada pengumuman hasil survei Puskaptis itu.

"Persaingan calon presiden mendatang sangat ketat ditandai dengan kejar-mengejar popularitas," kata pengamat politik Dr Alfan Alfian menambahkan.

Survei itu dilakukan melalui teknik wawancara langsung (face to face) dengan sampel acak bertingkat (stratified random sampling) kepada 1.355 responden di 33 provinsi, 139 kabupaten/kota, 278 kecamatan, 556 kelurahan/desa, 2.729 RW, dan 29.765 RT serta margin error 3-5 persen dan tingkat keyakinan sebesar 95%. [Inilah.com/bj2] - [beritajatim]

Dari survey Puskabtis ini, PKS mengalami trend kenaikan suara yang cukup signifikan. Selanjutnya IKHTIAR seluruh kader PKS dengan bekerja secara ikhlas untuk membela dan melayani rakyat secara terus menerus insyaallah akan mengantarkan PKS pada kemenangan 2009.

Juga para calon anggota legislatif yang sudah kami sosialisasikan sebelum ini, harus banyak hadir ditengah-tengah masyarakat. Tentunya untuk melayani dan memberikan solusi atas masalah yang dihadapi warga kota Surabaya.

Dan yang tak kalah pentingnya adalah DO'A yang tiada putus-putusnya kita haturkan kehadirat Allah SWT. amiin. (riff)

Profil Caleg Dapil 3 Kota Surabaya

Sabtu, Desember 06, 2008





Melalui postingan kali ini, redaksi pks-mulyorejo ingin memperkenalkan para Calon Anggota Legislatif DPRD Kota Surabaya yang berangkat dari Daerah Pemilihan 3 Kota Surabaya yang meliputi 5 Kecamatan, yaitu : Rungkut, Sukolilo, Tenggilis Mejoyo, Gunung Anyar dan Mulyorejo. Secara bertahap nanti akan kami sampaikan profil secara detail dari masing-masing Calon Anggota Legislatif.

Sebagian besar didominasi oleh alumni ITS yang telah lama berkecimpung dalam aktifitas organisasi dan sosial kemasyarakatan sejak di bangku kuliah. Wah, karena kampus ITS berada di wilayah Dapil 3 makanya sebagian besar CALEG dihuni oleh almamater tersebut. Sebut saja alumni yang berasal dari ITS, diantaranya : Tri Setijo Purwito, Aning Rahmawati, Muhammad Zubairi, Ali Hamdan, Ari Dwi Astuti dan yang belakangan ada Cak Juli Agus Sumanto.

Oh iya, jangan khawatir ada juga yang dari Unair, yaitu Mbak Indah Palupi. Trus yang penting ada putra daerah asli Mulyorejo yaitu Muhammad Hasim. Beliau adalah Ketua DPC PKS Mulyorejo sebelum Mas Anang Kunaefi yang menggantikannya beberapa saat yang lalu.Juga seorang pengusaha busana muslim yang cukup ulet dan terbukti sukses hingga saat ini. (riff)

Pak Hasim, ditunggu bancakannya he..he....
Terutama gebrakannya untuk meng"KUNING"kan Mulyorejo
Selamat berjuang para duta PKS dapil 3
Semoga Allah meridhoi segenap pengorbanan dan perjuangan antum semua......

NB : Demi perbaikan Kota Surabaya, Kepada seluruh kader, simpatisan, calon pemilih PKS 2009 dan semuanya saja, mohon saran dan kritik untuk para CALEG PKS dari Dapil 3 Kota Surabaya ini.

wassalam
redaksi pks-mulyorejo.blogspot.com

PKS, "Unta" Tak Berpunuk

Kamis, Desember 04, 2008

Seolah tidak mengenal kata lelah, unta melayani manusia di mana saja dan kapan saja. Bahkan ketiadaan punuk bukanlah halangan bagi unta untuk memberikan pelayanan terbaik bagi manusia.

Unta sedikitnya dibedakan menjadi dua: unta Asia (jenis Bactrian) dan unta Arab (jenis Dromedary). Keduanya mudah dibedakan dari jumlah punuknya. Unta arab berpunuk satu, sedangkan unta asia berpunuk dua.

Namun di musim haji ini, ada makhluk tanpa punuk yang memiliki semangat berkobar-kobar layaknya unta. 'Unta-unta' tak berpunuk tersebut membuka posko 24 jam dan siap melayani siapa saja, khususnya jamaah haji Indonesia. Siapakah mereka? Siapa lagi kalau bukan para kader PKS cabang Arab Saudi.

Pelayanan posko relawan haji yang didirikan si Bulan Kembar Pengapit Padi itu meliputi : bantuan bagi jamaah haji yang tersesat, informasi haji, pembagian buku gratis, layanan kesehatan ringan dan penjualan kartu seluler. Sebagaimana diiklankan situs resminya, www.pks-arabsaudi.org, posko partai bernomor 8 ini buka tanggal 8/13 Dzulhijjah 1429 H.

Selain punuk, hewan itu dikenal memiliki sejumlah ciri lainnya yang sungguh mengagumkan. Kelebihan unta sedikitnya ada 8, sebagaimana nomor urut PKS:

1). Mampu tidak makan dan minum selama 8 hari pada suhu 50 derajat celsius.

2). Mampu meminum air hingga 130 liter dalam waktu kurang dari 10 menit.

3). Lapisan selaput lendir dalam hidung yang 100 kali lebih besar dari yang ada pada manusia. Ini menjadikan unta mampu menyerap 66% kelembapan udara.

4). Bulu mata berlapis dua yang melindungi mata dari terjangan badai pasir.

5). Kemampuan menutup lubang hidungnya demi mencegah masuknya pasir.

6). Telapak kaki lebar sehingga mudah berjalan di atas padang pasir tanpa terperosok.

7). Walau mampu melahap 30-50 kg makanan dalam sehari, dalam keadaan yang berat unta mampu bertahan hidup hingga sebulan hanya dengan 2 kg rumput sehari.

8). Unta memiliki bibir yang sangat kuat mirip karet, yang memungkinkannya memakan tumbuhan berduri tajam.

Dengan segudang kehebatan ini, unta dijuluki 'kapal padang pasir'.

Abu Awlaadih, onenosed@googlemail.com

Sumber : inilah.com

-------------------------------------------------------------------

Segenap Pengurus, Kader dan Simpatisan DPC PKS Mulyorejo, Mengucapkan :

Selamat menunaikan ibadah haji 1429 H, Semoga menjadi Haji yang Mabrur

Dan bagi yang tidak berhaji, Selamat menunaikan puasa sunnah Hari Arafah, 9 dzulhijjah 1429 H, Semoga kita mendapatkan ridho dari Allah SWT

"Tiada balasan yang layak bagi seorang haji yang mabrur kecuali surga di sisi Allah SWT"

Ada di Pojok Kertas Suara, PKS 'Diuntungkan' KPU

Selasa, Desember 02, 2008

Jakarta - Posisi pojok memang paling asyik. Demikian pula, posisi PKS yang ada di pojok kanan atas kertas suara. Partai bernomor urut 8 ini dinilai 'diuntungkan' oleh KPU.

"Sebagai Partai Islam, PKS diuntungkan karena tempatnya di pojok kanan atas. Kan nulis Arab mulainya dari kanan, di atas pula," kata anggota Komisi II Ferry Mursyidan kepada rekannya sesama komisi Jazuli Juaeni yang berasal dari FPKS.

Hal itu dikatakan Ferry saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Komisi II dengan KPU dan Bawaslu di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/12/2008).

Mendengar guyonan Ferry, Jazuli pun hanya mengangguk-anggukan kepala sambil senyum-senyum. "Betul itu," sahut Jazuli singkat.

Dalam kertas suara Pemilu Anggota DPR yang telah disusun, KPU menjajarkan logo parpol sebanyak 8 kolom dan 5 baris beserta nama caleg di bawahnya.

Oleh karena parpol nasional berjumlah 38 maka pojok kiri bawah dan kanan bawah dikosongkan dari jumlah kotak yang berjumlah 40.(lrn/aan)

Sumber: DetikCom

*) Ingat : Gunakan tangan kanan untuk coblos yang paling kanan......nomor 8