Wakaf Quran
News Update :

Entri Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

DPRa Manyar Sabrangan Bertekad Lahirkan Generasi Qur'ani

Kamis, Februari 26, 2009

Manyar Sabrangan, Agenda Pemilu yang cukup banyak menguras tenaga dan pikiran ternyata tidak membuat kader-kader PKS DPRa Manyar Sabrangan lupa untuk melakukan aktifitas pengabdian kepada masyarakat, meskipun keikutsertaan PKS dalam pemiu sejatinya adalah bagian dari bentuk partisipasi PKS dalam pembangunan bangsa, tetapi secara real masyarakat kita sangat membutuhkan kehadiran kita yang manfaatnya bisa dirasakan secara langsung oleh mereka.

Dari kesadaran seperti itulah kemudian beberapa hari yang lalu DPRa Manyar Sabrangan melaunching Taman Pendidikan Al Qur'an. TPA binaan DPRa Mansab ini sehari-harinya melakukan aktifias pembinaan baca Al'Quran dan pembinaan kepribadian keislaman bagi anak-anak usia TK-SD di daerah sekitar Musholla Al Ghoni Jl. Menur.

Sebelum di launching secara resmi kemarin, sebenarnya program pembinaan baca Al'quran kira-kira pertengahan tahun 2008 sudah jalan duluan, acara launcing kemarin adalah peresmian pengelolaan oleh DPRa dan awalan penerapan kurikulun yang baru bagi TPA tersebut.

Beberapa warga yang hadir dalam acara launching tersebut adalah pak sulaiman yang putranya juga menjadi santri sangat megharapkan agar para ustadz dan ustadzahnya bisa memberikan teladan yang baik dan tak lupa beliau mewakili wali santri yang lain mengucapkan beribu-ribu terima kasih karena telah banyak membantu bagi pendidikan keislaman anak-anak mereka.

TPA ini sendiri sekarang sudah ada 24 santri yang terdaftar dan aktif mengikuti berbagai kegiatan. Buat para ustadz ustadzah...(Dikin, Heru, Wahyu, Broto, Anik, Mala, Ida, Izzah,dll)...Pasti Allah mengganti pengorbanan waktu dan tenaga kita dengan balasan yang lebih baik..Yakinlah.

Syarat PKS Untuk Duet JK-HNW

Rabu, Februari 25, 2009

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengajukan dua syarat kepada Partai Golkar, jika partai beringin tersebut mau meminang Hidayat Nurwahid sebagai calon wakil presidennya Jusuf Kalla.

Syarat tersebut disampaikan Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Mahfud Siddik kepada okezone melalui telepon di Jakarta, Selasa (24/2/2009).

Syarat pertama, PKS meminta Partai Golkar berkomitmen untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan baik. Pasalnya, selama 32 tahun Golkar diketahui sebagai partainya orde baru yang identik dengan Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme.

Syarat kedua, PKS meminta Partai Golkar solid dalam mendukung calon presidennya. Hal ini mengingat, capres Golkar di tahun 2004, yaitu Wiranto tidak didukung penuh oleh Golkar.

"Kalau dua syarat tersebut bisa dijawab secara meyakinkan, maka peluang JK-Hidayat sangat besar," katanya.

Selain itu, lanjutnya, duet ini juga tergantung dengan perolehan suara PKS di pemilu legislatif. Jika PKS memperoleh suara di bawah 20 persen, maka duet tersebut bisa saja terjadi.
------
okezone.com

Pandu dan Santika Siap Amankan Suara & Aset Partai

Senin, Februari 23, 2009

Pandu Keadilan DPD Partai Keadilan Sejahtera Surabaya, kembali mempersiapkan pasukan pengamanan dalam apel siaga. Apel siaga dilaksanakan di markas dakwah PKS jemursari, minggu (22/02) tepatnya pukul 07.00 WIB.

Apel siaga diikuiti 85 kader pandu keadilan dan santika. Acara dibuka oleh Rusli, ketua bidang kepeloporan pemuda DPD PKS Surabaya. Dalam pembukaan apel Beliau mengingatkan bahwa tugas utama pandu dan santika adalah pengamanan suara dan pengamanan asset partai. “pemilu tinggal 46 hari lagi, bagi kita waktu itu sangat singkat, jadi harus dioptimalkan ”, tambah rusli.

Sebuah kuajiban bagi kader pandu keadilan, selain mempersiapkan fisik yang kuat, mereka dituntut untuk memenuhi target ruhiyah. “aspek kemenangan itu dari Allah, usaha terbaik kita adalah mendekat kepada-Nya”, jelas dian patria komandan pandu.

Dian menjelaskan tentang ruang lingkup pengamanan pandu keadilan, masing-masing kecamatan harus ada 1 koordinator, sehingga jumlah suara partai tidak ada yang dicuri oleh oknum. Pengalaman ini diperoleh ketika PKS mengikuti pemilu tahun 2004. Lebih dari 3 % suara partai “dicuri” oleh oknum. Selain pengamanan suara, pandu dan santika dibagi untuk pengamanan asset partai. “Kantor, administrasi sampai Caleg atau Aleg PKS termasuk asset partai”, tambah dian.

Apel siaga ini sebagai bentuk pemanasan untuk melaksanakan konsolidasi selanjutnya. “lebih detail mekanisme pengamanan akan diselenggarakan konsolidasi pekan depan”, jelas dian. Saat ini seluruh pandu akan cek kebutuhan dan me-review sistem komunikasi , sehingga pasca apel siaga seluruh perangkat pengamanan PKS sudah ready.

Nasehat Ust. Abu Ridho Untuk Kader Dakwah

Kamis, Februari 19, 2009

“Kelapangan dada seseorang adalah gambaran atau indikasi dari kedewasaan seseorang.” Tegas ustad yang bernama asli Abdi Sumaithi ini.

PK-Sejahtera Online: Abu Ridho mengajak kader untuk menjaga kelapangan dada dalam berjuang dalam partai dakwah ini. Nasehat ini disampaikan di hadapan kader beberapa waktu lalu di Larangan, Tangerang (15/2). “Kelapangan dada seseorang adalah gambaran atau indikasi dari kedewasaan seseorang.” Tegas ustad yang bernama asli Abdi Sumaithi ini.

Menurut Abu Ridho, Pada dasarnya berpolitik adalah berkomunikasi. Dan modal komunikasi yang baik adalah kelapangan dada kita. Ketika Nabi Musa diperintahkan untuk menghadap kepada Firaun. Maka doa beliau yang begitu terkenal adalah meminta agar dilapangkan dadanya.

Kader dakwah harus menyingkirkan beban psikologis, karena tidak ada pretensi lain bagi kader dakwah dalam berpolitik selain hanya untuk berdakwah. Puncak dari kelapangan dada ini, adalah keikhlasan.

Maka, kekuatan motivasi, keinginan dan komitmen, akan membentuk militansi yang ditandai dengan kesungguhan dan kesinambungan. Sebagaimana kader PKS dikenal selama ini. Dan Militansi ini senantiasa disertai dengan cara yang sistemik dan penuh totalitas. “Berjuang itu indah, kalau memang ia adalah benar.” Ujar Abu Ridho.

Menutup tausiyahnya, Abu Ridho menyampaikan sebuah nasihat Rasulullah SAW untuk Abu Dzar ketika akan mengadakan suatu perjalanan “Perbaikilah bahteramu, Himpun bekal sebaik baiknya, karena perjalanan akan jauh. Kurangi bebanmu, dengan bertaqwa, dan Ikhlaskan amal.” Tutup Abu Ridho.

Iklan PKS Memang Curi Momen Suhu Parpol Memanas

Sabtu, Februari 14, 2009

JAKARTA - Konsultan komunikasi politik yang juga pembuat iklan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Irfan Wahid mengaku iklan yang dibuatnya untuk PKS memang memiliki momentum yang tepat, yaitu ketika suhu politik di negeri ini sedang memanas dengan perseteruan antarpartai politik.

"Memang kita mencuri momen," ujar anak kandung Solahudin Wahid ini saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Jumat (13/2/2009).

Dia mengungkapkan, sebenarnya iklan ini ingin dikeluarkan ketika perseteruan antara PDIP dengan Partai Demokrat memanas karena sindiran Megawati di Rapimnas PDIP. Namun karena setelah itu suhunya merendah, iklan tersebut tidak jadi dikeluarkan.

"Nah ketika ada (perseteruan Golkar-Demokrat) ini suhunya naik lagi, ya sudah kita keluarkan. Suhu ini yang coba dicolong," paparnya.

Senada dengan Presiden PKS Tifatul, Ipang, demikian ia akrab disapa, iklan ini ingin memberi pelajaran kepada publik bahwa saat ini bangsa Indonesia tengah dilanda krisis tapi para elit politik disibukkan dengan perseteruan yang tidak menghasilkan apa-apa.

"Ya terlepas dari mengambil keuntungan atau tidak, kita sudah gerah dengan ini semua," pungkasnya.

Dalam iklan berdurasi 30 detik tersebut PKS secara gamblang memajang sejumlah perseteruan partai politik. Secara bergantian, sejumlah isu yang sempat memanas di media massa dan perbincangan masyarakat dipampang.

Beberapa isu yang diambil PKS yakni isu Yoyo. Perseteruan antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat memanas beberapa pekan silam.

Ucapan itu dilontarkan Megawati saat membuka Rapimnas PDI Perjuangan di Solo. Megawati menilai, pemerintah seakan mempermainkan rakyat dengan menaikkan dan menurunkan harga bahan bakar minyak seperti permainan yoyo.

Selain itu, isu perseteruan antara Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla dengan Wakil Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Sri Sultan juga ditampilkan. Seperti mengutip salah satu media massa, PKS memajang berita dengan judul JK intervensi Sultan. (kem)

http://pemilu.okezone.com/read/2009/02/13/268/192336/iklan-pks-memang-curi-momen-suhu-parpol-memanas

Setia Mengabdi Meski Hujan Turun Tak Henti-henti

Rabu, Februari 11, 2009

Kali ini PKS Mulyorejo membuktikan pengabdianya buat masyarakat RT 2 RW 3 Kelurahan dukuh Sutorejo, meskipun dari pagi sampai sore hujan lebat tetapi tidak menyurutkan semangat pengabdian PKS

Tampak panitia sedang mbungkusi sembako murah; emang, PKS ga ada matinya !

Tes...tes...tes........waduh mic nya kena hujan akh...

"Kekuasaan itu bukan untuk diperebutkan, tetapi amanah yang harus dijalankan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat."

Mantan Presiden Soekarno Berkata "Aku bukan budak Moskow bukan pula budak Amerika, aku adalah budak bagi rakyatku sendiri"

K.H. Hasyim Asy'ari berwasiat "Pemimpin itu jangan hanya memberikan jargon-jargon kosong yang hanya merebak di awang-awang tanpa bukti yang nyata"

2009, The Last Era of Political Generation

Selasa, Februari 10, 2009

“Hal ini karena tokoh tersebut rata-rata telah berusia diatas 60 tahun sehingga tidak memungkinkan lagi untuk berkiprah di tahun 2014 mendatang,” tegasnya.

PK-Sejahtera Online: Tahun 2009, menurut Presiden PKS Ir. H. Tifatul Sembiring merupakan akhir generasi tokoh nasional saat ini. “Tahun 2009 ini merupakan the last Mohican,” kata Tifatul. Mohican, merupakan suku Indian terakhir di Amerika, tambahnya.

Maknanya apabila tokoh nasional seperti SBY, Megawati, Wiranto, JK, Sri Sultan dan lainnya tidak terpilih pada Pilpres 2009 nanti, maka karir mereka sudah berakhir (the last era of political generation).

“Hal ini karena tokoh tersebut rata-rata telah berusia diatas 60 tahun sehingga tidak memungkinkan lagi untuk berkiprah di tahun 2014 mendatang,” tegasnya.

Ungkapan itu disampaikannya pada acara Konsolidasi Kader dan Simpatisan PKS Kota Batam pada Minggu (8/2) di Gedung Sumatera Promotion Centre (SPC), Batam Centre.

Presiden PKS berdarah Batak ini meyakini kalau di tahun 2014 panggung politik nasional akan diisi oleh tokoh-tokoh muda, berusia dibawah 50 tahun, energik, dan memiliki program yang relatif berbeda dari tokoh-tokoh yang ada saat ini.

“Merekalah yang akan menjadi Presiden dan Wapres mendatang,” ungkap Tifatul. “Dan PKS siap mengisi kursi kepemimpinan nasional tersebut,” tegasnya, yang disambut pekik takbir dari para kader dan simpatisan PKS.

Acara yang merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Presiden PKS di Provinsi Kepulauan Riau selama 3 hari ini dihadiri lebih 1.500 orang kader dan simpatisan.

Pada acara tersebut juga dilakukan Ikrar Kemenangan Pemilu 2009 yang dipimpin oleh Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah PKS Kepri Ust. H. Abdul Rahman, Lc sebagai kebulatan tekad untuk memenangkan dakwah di Pemilu 2009.

Untuk diketahui bahwa PKS Kota Batam telah menetapkan target perolehan suara sebesar 33% atau 15 kursi DPRD Kota Batam dan menjadi pemenang serta partai terbesar di Kota Batam. (trc)