Wakaf Quran
News Update :

Entri Populer

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Kenaikan BBM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kenaikan BBM. Tampilkan semua postingan

Redam Inflasi, Bulog Banyumas Bagikan Raskin 24 Ribu Ton

Jumat, Juni 28, 2013

Redam Inflasi, Bulog Banyumas Bagikan Raskin 24 Ribu Ton

BANYUMAS -- Dalam rangka meredam lonjakan inflasi pasca kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu, Bulog Sub Divre IV Banyumas akan menggelontorkan beras di wilayah eks Karesidenan Banyumas sebanyak lebih dari 24 ribu ton.

Beras sebanyak itu, rencananya didistribusikan sepanjang Bulan Juni, Juli dan Agustus 2013 dalam bentuk penyaluran raskin.''Selama tiga bulan, akan ada enam kali penyaluran raskin. Setiap bulan, dilakukan dua kali penyaluran di awal bulan dan akhir bulan,'' jelas Humas Bulog Sub Divre IV Banyumas, Priyono, Jumat (28/6).

Dia menyebutkan, kebijakan penyaluran raskin, bagian dari program kompensasi kenaikan harga BBM ini, dipilih dilakukan pada ketiga bulan itu. Alasannya potensi terjadi inflasi tinggi memang terjadi di ketiga bulan tersebut.

Tekanan inflasi, menurut dia, tidak hanya datang sebagai dampak dari kenaikan harga BBM, juga karena menjelang Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

''Selama ini, komoditas beras termasuk salah satu penyumbang terbesar inflasi. Jika harga beras mengalami lonjakan, maka tekanan inflasi menjadi makin kuat,'' katanya.

Untuk penyaluran raskin Bulan Juni, di awal bulan merupakan program raskin reguler. Sementara di akhir bulan khusus penyaluran raskin kompensasi BBM, yang dilaksanakan selama dua hari, Kamis (27/6) dan Jumat (28/6).

Metode serupa juga diterapkan pada Bulan Juli dan Agustus 2013.  ''Dengan adanya tiga kali penambahan penyaluran raskin, berarti sepanjang tahun 2013 ini, dilakukan 15 kali penyaluran raskin,'' jelasnya.

Dia menyebutkan, sejak kenaikan harga BBM hingga saat ini, harga beras jenis medium di wilayah eks Karesidenan Banyumas, masih stabil pada kisaran harga Rp 6.600-Rp 6.800 per kg tergantung kualitasnya.''Mudah-mudahan saja, penambahan penyaluran raskin sebanyak tiga kali ini, bisa meredam lonjakan harga beras di masyarakat,'' jelasnya.

Sumber : Republika.co.id

Kwik: Kenaikan BBM Berpotensi Dongkrak Dana Belanja

Kwik: Kenaikan BBM Berpotensi Dongkrak Dana Belanja

JAKARTA--Mantan Menteri Koordinator Perekonomian, Kwik Kian Gie mengatakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dapat meningkatkan surplus belanja, sehingga pemerintah memiliki dana untuk membiayai pembangunan.

"Harga BBM Rp4.500 terlalu murah, kenaikan harga BBM memacu terjadinya surplus lebih tinggi untuk membiayai pembangunan," kata Kwik di Jakarta, Senin (24/6).

Kwik mengatakan pemerintah wajar menaikkan harga BBM bersubsidi pada kisaran Rp5.500-Rp6.500 per liter, karena terdapat tiga faktor pertimbangan berdasarkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Tiga faktor tersebut, lanjut dia, antara lain pertimbangan kepantasan atau kepatutan, daya beli masyarakat dan nilai strategis. Dari sisi kepantasan, harga BBM bersubsidi tidak patut lebih murah dari sebotol air minum, sedangkan terkait daya beli masyarakat, harga Rp5.500-Rp6.500 per liter masih tergolong wajar.

Sementara, dari faktor strategis, BBM merupakan barang sangat strategis yang dibutuhkan dan dipergunakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Kwik menyebutkan seharusnya pemerintah tidak mengulur waktu memberlakukan kenaikan harga BBM bersubsidi yang digulir sejak awal 2012, sehingga tidak mengganggu psikologis masyarakat sebelum diberlakukan harga baru.

Kisah Warga Kampung Melayu, Dulu Dapat BLT Sekarang Tak Dapat BLSM

Kamis, Juni 27, 2013

Kisah Warga Kampung Melayu, Dulu Dapat BLT Sekarang Tak Dapat Balsem

Jakarta - Ketika ribuan orang berbondong-bondong mendatangi Kantor Pos untuk pencairan dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) atau Balsem. Lain halnya dengan Zainal Abidin (82) warga Gang Anwar Rt 12, Rw 01, Kampung Melayu tersebut hanya bisa mengelus dadanya.

Zainal sehari-harinya bekerja serabutan sebagai tukang kayu, untuk warga di sekitar rumahnya. Namun dari pekerjaannya tersebut dirinya tidak mendapatkan upah yang layak untuk kehidupan sehari-hari.

"Kerja paling benerin pintu yang rusak gara-gara banjir, paling dikasih Rp 20.000 kalau kita matok enggak enak juga karena yang minta tolong bukan orang ada," ujar Zainal saat berbincang-bincang, di Rumahnya, Kamis (27/6/2013).

Rumah yang berukuran 4x5 meter dengan bangunan terbuat dari triplek dengan berlantai dua hanya memiliki satu kasur. Sementara itu di lantai dua rumah terdapat kasur kecil dan TV 14 inci untuk tidur cucunya, yang bekerja sebagai tukang parkir di Rumah Sakit Hermina.

"Istri sama anak dah lama meninggal karena sakit, anak udah nikah tapi meninggal ketika melahirkan anaknya yang kembar, sementara anak kedua juga meninggal gara-gara sakit, tinggalin satu cucu namanya Ahmad Sulung," kisahnya.

Zainal hanya menceritakan saat kenaikan BBM menjadi harga Rp 5.500. Dirinya sempat menikmati Bantuan Langsung Tunai (BLT).

"Tahun lalu mah dapat, Rp 300.000 per 3 bulan selama setahun, tapi tahun ini saya nggak dapat sama sekali," ujar pria yang mengenakan kaos bergambar SBY.

Selama mendapatkan BLT, Dia menggunakan uang tersebut dapat menyekolahkan cucunya di Madrasah. Akan tetapi cucu sulungnya tersebut tidak dapat melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.

"Begitu nggak dapat, cucu langsung bantu-bantu dengan kerja jadi tukang parkir," tuturnya.

Meski tidak mendapatkan BLSM, ia tidak tahu harus protes kemana lagi. Zainal hanya bisa memendam rasa sakit tersebut dihatinya.

"Protes kemana, ya biarin ajalah toh saya nggak mau minta-minta, toh siapa saja pemimpinnya selalu sama," tandasnya.

Sumber : detik.com

Menyerap Saripati Dakwah

Menyerap Saripati Dakwah
By: Nandang Burhanudin
****

Alkisah, pada era tahun 90-an, ramai pelajar-mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di negeri 1000 menara, negeri Al-Azhar, negeri yang Alllah firmankan sebagai negeri aman kendati dipimpin oleh Fir'aun. Saya sendiri menikmati suasana itu di tahun 1996, sebelum tragedi krismon yang melanda Indonesia.

Saat krismon itulah dan sebelumnya, saya sering menemukan pemandangan yang fenomenal dari perilaku dan gerak-gerik para agent of change di Mesir. Karena ternyata, sangat banyak ragam mahasiswa ada sesuai dengan latarbelakang dan niat awal belajar ke Mesir.

Singkat cerita, dari sekian ribu pelajar-mahasiswa di Mesir, ada pemandangan yang jamak terjadi; yaitu terekrutnya pelajar-mahasiswa baru ke dalam kafilah dakwah tarbawiyah. Kelak di kemudian hari, tunas-tunas inilah yang menjadi penopang gerakan tarbiyah hingga saat ini.

Pemandangan pertama: Beberapa mahasiswa tinggal dalam satu flat. Mereka berangkat dengan modal tiket dan bekal pas-pasan.

Jaman dahulu, tak mudah transfer uang dari Indonesia ke Mesir. Dan memang, rata-rata yang belajar ke Mesir didominasi orang-orang sederhana, juga tak sedikit dari kaum papa yang mengandalkan idealisme memperdalam agama.

Pelajar-mahasiswa tipe ini, biasanya kental dengan suara persaudaraan. Senasib sepenanggungan lumrah adanya. Satu rumah diisi 8 orang mahasiswa/pelajar. Dari jumlah ini, biasanya ada 1-2 orang yang memang biaya hidup (sewa flat-makan-transportasi) ditanggung oleh yang 6 orang yang kebetulan memiliki bekal cukup atau dipandang mampu. Istilahnya, 6 orang mengkafalahi 2 kawan yang kebetulan kurang beruntung.

Perlu keikhlasan tingkat tinggi. Sungguh tak mudah. Tapi saya merasakan betapa tarbiyah memformat ulang hati-hati setiap insan, untuk memiliki jiwa-jiwa itsar dan spirit takaful bersama. Malah biasanya ketua grup (lurah), sangat giat menjalin silaturrahmi ke sana-kemari untuk mencari solusi atas permasalah pelajar-mahasiswa yang kurang beruntung.

Sikap istsar itu tidak hanya mengkafalahi yang 2 orang tadi. Flat kita pun harus terbuka untuk disinggahi kawan-kawan lain, baik pagi-siang-atau malam hari. Saat itu, flat kita yang mungkin selalu "hangat" dan "bau" masakan, diajarkan untuk menjadi keluarga yang lapang dada mempersilahkan tetamu menikmati hidangan yang sebenarnya terbatas dan belum tentu mengenyangkan. Namun sekali lagi, inilah intisari dari dakwah tarbawiyah.

Pemandangan kedua; tak sedikit pelajar/mahasiswa yang datang dengan beasiswa negara. Biasanya yang mengikuti program postgraduate.

Saya beberapa kali menemukan, tak sedikit dari mereka yang tidak membuka diri kepada pelajar dan mahasiswa yang lain. Kami memaklumi, mungkin sibuk dan lagi studyhard menyelesaikan thesis atau desertasinya.

Biasanya jika ia telah bergabung dengan gerakan tarbiyah, ia hanya simpatik dari segi fikroh tidak pergerakan. Kemampuan ilmiahnya sangat mumpuni. Namun tidak dengan sikap sosialnya yang cenderung ekslusif dan memposisikan bak "mercusuar".

Dua pemandangan ini, kini saya lihat kiprahnya di Indonesia. Tipe pertama: tetap setia menjadi batu-bata dakwah, dalam kondisi senang atau susah, dalam keadaan aman atau fitnah. Mereka berperan seperti akar. Tidak nampak, namun aliran enerjinya mengalir ke semua penjuru, menyerap saripati potensi, mengokohkan pohon, dan menjadi saringan bagi pohon dakwah.

Sedangkan tipe kedua: Ia menjadi mercusuar dakwah. Ilmunya yang luas, kajiannya yang mendalam, tsaqofahnya yang mendunia, dan gelar pendidikannya yang aduhai, ia mampu menghipnotis tunas-tunas dakwah. Ia telah menjadi figur sentral. Perannya tak ubahnya seperti daun yang membuat indah pohon dakwah, menerima sorotan matahari, hingga hingar bingar situasi dan kondisi.

Namun di saat badai menerjang, hujan beserta petir menghantam. Kita bisa tahu, ternyata pohon dakwah itu tak terusik karena kekokohan kader-kader yang tak terlihat dan kokoh menghujam ke bawah. Sementara kader-kader yang menjadi dedaunan, tak sedikit yang rontok dan berhamburan. Seakan tak siap menghadapi hiruk pikuk konspirasi dan tragedi.

Kini saya merekonstruksi ulang. Oh ternyata, kawan-kawan yang hingga kini tak terkenal dan tidak menjadi figur sentral dalam dakwah, mereka yang dahulu kuliahnya tak semulus jalan tol. Mereka yang dahulu makan bersama dalam satu nampan. Tak peduli dengan mulut kami yang masih bau, mata kami yang belum dibersihkan, keringat kami yang tak hiegienis, atau cara masak kami yang jauh dari kata profesional.

Sedangkan kawan-kawan yang sekarang berguguran, adalah mereka yang dahulu hidup lebih dari cukup, bisa jajan di resto, ekslusif, mampu menyewa satu kamar seorang diri, tak pernah lutut kami beradu atau bau badan kami bercampur. Kini tipe-tipe ini justru yang telah pergi meninggalkan kami, di saat keguncangan itu terjadi.

Saya hanya berdoa, semoga ALlah persatukan kami kembali. Jalan dakwah ini mengajarkan, saripati dakwah itu tidak hanya didapat dari teori-teori yang ada di buku-buku. Tapi saripati dakwah kita dapatkan, karena turun ke gelanggang walau seorang.


Bandung, 6: 24; 26/6/13

BBM Naik, Keluhan Tukang Ojeg dan Empati Kader PKS

Senin, Juni 24, 2013

BBM Naik, Keluhan Tukang Ojeg dan Empati Kader PKS

Pada tanggal 23 juni 2013 jam 16.00 WIB kemarin, kembali kader-kader PKS kelurahan Joglo dan Meruya Selatan, Jakarta Barat mengadakan bagi-bagi voucher BBM free buat para tukang ojeg yang ada di dua kelurahan tersebut.

"Dalam rangka kepedulian terhadap masyarakat, PKS akan selalu terus berkiprah untuk membantu masyarakat, baik sebelum BBM naik atau pun setelah naik seperti saat ini.. ," ujar Achmad Idris selaku bendahara DPC PKS Kembangan Jakarta Barat dan juga penggemar GERAK SAKA ini..

Adapun bentuk kepedulian itu kader-kader PKS ini memberikan vocher BBM Premium free sebanyak dua liter per tukang ojeg, yang sebelumnya pada tanggal 18 juni yang lalu telah diberikan juga dua liter kepada masing-masing tukang ojeg.

Adalah Atiya seorang ibu rumah tangga yang bersuamikan seorang tukang ojeg di perumahan Alfa Indah Joglo mengatakan banyak kesulitan pasca kenaikan BBM oleh pemerintah pada dua hari yg lalu, kesulitan itu berupa banyaknya perubahan harga-harga barang kebutuhan pokok yang sulit untuk dibeli dengan penghasilan suaminya yang tukang ojeg itu.

Menurut pangakuan Bang Me'et (seorang tukang ojeg dipangkalan perumahan Alfa Indah joglo) pasca kenaikan BBM bersubsidi sekarang ini penumpang mulai terlihat sepi, dikarenakan tarif ojeg kan juga harus disesuaikan, namun disisi lain calon penumpang masih banyak yang keberatan, demikian Bang Me'et berkata.

Kami sangat berterimakasih dengan kepedulian PKS terhadap kami para tukang ojeg ini, karena kami menyaksikan walaupun PKS di televisi diberitakan dengan bermacam-macam berita  yang menyudutkan mereka, tapi kami adalah SAKSI bahwa PKS TIDAKLAH SEPERTI yang di beritakan di televisi-televisi itu. ujar pengojeg lainnya.

Untuk pendanaan BBM free ini, menurut Ma'mun Fahdli atau biasa dipanggil Koh Amung (ketua DPRa Joglo) adalah dengan cara melelang bagi siapa saja kader yang bersedia untuk membantu meringankan beban teman-teman para tukang ojeg disekitar joglo dan meruya selatan khususnya.

Ada yang memberikan 10 liter,20 liter, 50 liter, 100 liter, bahkan ada seorang CAD jakarta barat DAPIL 10 ( Ir. JUNAEDI MASlL ) yang bersedia memberikan bantuan 200 liter buat membantu meringankan beban teman-teman tukang ojeg tersebut.

Begitu antusiasnya para kader PKS ini, sehingga mendapatkan tanggapan positif di masyarakat yang menyaksikan langsung pemberian vocher BBM free ini.

Semoga badai akan berlalu.. ujar salah satu masyarakat yang ada disekitar POM bensin yang ada di jalan joglo raya tersebut...

(ini video kegiatan wawancara dengan struktur pengurus PKS dan tukang ojeg dilokasi acara bagi2 voucher BBM free)


BBM Naik, Keluhan Tukang Ojeg dan Empati Kader PKS

BBM Naik, Keluhan Tukang Ojeg dan Empati Kader PKS
Pada tanggal 23 juni 2013 jam 16.00 WIB kemarin, kembali kader-kader PKS kelurahan Joglo dan Meruya Selatan, Jakarta Barat mengadakan bagi-bagi voucher BBM free buat para tukang ojeg yang ada di dua kelurahan tersebut.
"Dalam rangka kepedulian terhadap masyarakat, PKS akan selalu terus berkiprah untuk membantu masyarakat, baik sebelum BBM naik atau pun setelah naik seperti saat ini.. ," ujar Achmad Idris selaku bendahara DPC PKS Kembangan Jakarta Barat dan juga penggemar GERAK SAKA ini..
Adapun bentuk kepedulian itu kader-kader PKS ini memberikan vocher BBM Premium free sebanyak dua liter per tukang ojeg, yang sebelumnya pada tanggal 18 juni yang lalu telah diberikan juga dua liter kepada masing-masing tukang ojeg.
Adalah Atiya seorang ibu rumah tangga yang bersuamikan seorang tukang ojeg di perumahan Alfa Indah Joglo mengatakan banyak kesulitan pasca kenaikan BBM oleh pemerintah pada dua hari yg lalu, kesulitan itu berupa banyaknya perubahan harga-harga barang kebutuhan pokok yang sulit untuk dibeli dengan penghasilan suaminya yang tukang ojeg itu.
Menurut pangakuan Bang Me'et (seorang tukang ojeg dipangkalan perumahan Alfa Indah joglo) pasca kenaikan BBM bersubsidi sekarang ini penumpang mulai terlihat sepi, dikarenakan tarif ojeg kan juga harus disesuaikan, namun disisi lain calon penumpang masih banyak yang keberatan, demikian Bang Me'et berkata.
Kami sangat berterimakasih dengan kepedulian PKS terhadap kami para tukang ojeg ini, karena kami menyaksikan walaupun PKS di televisi diberitakan dengan bermacam-macam berita  yang menyudutkan mereka, tapi kami adalah SAKSI bahwa PKS TIDAKLAH SEPERTI yang di beritakan di televisi-televisi itu. ujar pengojeg lainnya.
Untuk pendanaan BBM free ini, menurut Ma'mun Fahdli atau biasa dipanggil Koh Amung (ketua DPRa Joglo) adalah dengan cara melelang bagi siapa saja kader yang bersedia untuk membantu meringankan beban teman-teman para tukang ojeg disekitar joglo dan meruya selatan khususnya.
Ada yang memberikan 10 liter,20 liter, 50 liter, 100 liter, bahkan ada seorang CAD jakarta barat DAPIL 10 ( Ir. JUNAEDI MASlL ) yang bersedia memberikan bantuan 200 liter buat membantu meringankan beban teman-teman tukang ojeg tersebut.
Begitu antusiasnya para kader PKS ini, sehingga mendapatkan tanggapan positif di masyarakat yang menyaksikan langsung pemberian vocher BBM free ini.
Semoga badai akan berlalu.. ujar salah satu masyarakat yang ada disekitar POM bensin yang ada di jalan joglo raya tersebut...

(ini video kegiatan wawancara dengan struktur pengurus PKS dan tukang ojeg dilokasi acara bagi2 voucher BBM free)

Pengamat: BBM Mahal karena Pemerintah Beli Lewat Calo

Sabtu, Juni 22, 2013

Pengamat: BBM Mahal karena Pemerintah Beli Lewat Calo

Pengamat Ekonomi, Faisal Basri mempertanyakan kebijakan pemerintah yang membeli BBM dari perusahaan minyak milik Mohammad Reza Chalid yakni Petral Indonesia.

“Mengapa harus membeli dari Petral yang jelas-jelas harganya mahal, padahal masih banyak pilihan lain untuk membeli BBM yang harganya lebih murah,” katanya di Jakarta, Sabtu, (22/6).

Pemerintah, ujar Faisal, bisa mendapatkan BBM yang lebih murah dari negara-negara penghasil minyak dunia secara langsung, seperti Venezuela, Iran, Irak, maupun Angola. “Mengapa harus membeli minyak dari seorang calo minyak seperti Mohammad Reza, ada permainan apa,” tanyanya.

Faisal mengatakan, DPR juga selalu bungkam jika dipertanyakan soal pembelian BBM dari Mohammad Reza. Seharusnya, kalau DPR pro terhadap rakyat mereka bisa minta kepada BPK untuk mengaudit ongkos produksi minyak di Pertamina agar subsidi bisa ditekan.

“Mahalnya harga BBM karena pemerintah beli minyak dari calo, bukan dari negara penghasil minyak langsung,” katanya.

Kenaikan Harga BBM Dicurigai untuk Bancakan Parpol

Kenaikan Harga BBM Dicurigai untuk Bancakan Parpol

JAKARTA -- Pengamat ekonomi, Faisal Basri khawatir, pemerintah dan DPR memiliki agenda tersembunyi dalam mengotak-atik harga BBM agar mendapatkan banyak keuntungan.

“Bisnis minyak itu keuntungannya banyak, jangan-jangan untuk bancakan banyak partai, lumayan uangnya bisa untuk dana pemenangan pemilu,” katanya menanggapi kenaikan harga BBM bersubsidi.

Di kesempatan itu, Faisal mempertanyakan kebijakan pemerintah yang membeli minyak dari perusahaan milik Mohammad Reza, Petral Indonesia yang menjual minyak dengan harga mahal.

Faisal menyebut, dulu Dahlan Iskan pernah berjanji akan membubarkan Petral Indonesia, namun sekarang dia bungkam saat ditanya soal Petral.

Seharusnya, Faisal menyarankan, segera dibuat tim investigasi yang netral dan profesional untuk mengungkap kebobrokan dalam pengelolaan minyak.

“Jika calo minyak dibasmi, maka subsidi BBM bisa dikurangi tanpa membuat rakyat menderita. Namun, untuk melakukan ini diperlukan kesungguhan dari pemerintah untuk menghentikan ulah Petral sejak zaman Soeharto," kata Faisal mengakhiri.

Wakil Ketua DPR Pun Dukung Uji Materi UU APBN-P 2013

Wakil Ketua DPR Pun Dukung Uji Materi UU APBN-P 2013

Wakil Ketua DPR RI Sohibul Iman mempersilakan dan mendukung masyarakat untuk melakukan uji materi Undang-Undang (UU) APBN Perubahan 2013. Menurutnya, ada ketidakberesan dalam UU tersebut. Sohibul menuturkan, keanehan dalam UU APBN-P 2013 terletak pada salah satu pasal yang mengatur alokasi anggaran untuk penanggulangan bencana lumpur Lapindo sebesar Rp 115 miliar. Pasal yang dimaksud adalah Pasal 9 UU APBN-P 2013.

"Kita persilakan saja masyarakat, pasti kita mendukung bila diujimaterikan," kata Sohibul di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/6/2013).

Ketua DPP PKS ini menuturkan, Pasal 9 UU APBN-P sangat aneh karena di dalamnya terdapat kalimat yang menjelaskan detail peruntukan anggaran tersebut. Padahal menurutnya, kalimat detail bisa dituangkan dalam peraturan pemerintah.

"Silakan tafsirkan sendiri. Apakah Anda pernah lihat detail sebuah UU, apalagi APBN-P menyebut nama-nama desa dan kelurahan dalam sebuah UU? Harusnya ada di peraturan pemerintah. Tentu teman-teman kecolongan," ujarnya.

Seperti diketahui, semburan lumpur Lapindo terkait dengan PT Lapindo Brantas, Aburizal Bakrie, dan Partai Golkar. Pengalokasian anggaran untuk Lapindo disinyalir menjadi "mahar" untuk Partai Golkar supaya menyetujui pengesahan APBN-P 2013. Dalam APBN-P yang telah disahkan terdapat alokasi anggaran kompensasi jika pemerintah jadi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Adapun alokasi untuk penanggulangan lumpur Lapindo tertuang dalam Pasal 9 Rancangan Undang-undang (RUU) Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2013. Dalam pasal tersebut dikatakan "Untuk kelancaran upaya penanggulangan lumpur Lapindo, alokasi dana pada Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Tahun Anggaran 2013."

Di dalam pasal itu juga ditegaskan alokasi dana dapat digunakan untuk pelunasan pembayaran pembelian tanah dan bangunan di luar peta area terdampak pada tiga desa, yakni Desa Besuki, Desa Kedungcangring, dan Desa Pejarakan serta di sembilan rukun tetangga di tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Siring, Kelurahan Jatirejo, dan Kelurahan Mindi. Pada poin selanjutnya, alokasi itu diatur untuk bantuan kontrak rumah dan pembayaran pembelian tanah dan bangunan di luar peta area terdampak lainnya pada 66 rukun tetangga, yaitu Kelurahan Mindi, Kelurahan Gedang, Desa Pamotan, Desa Kalitengah, Desa Gempolsari, Desa Glagaharum, Desa Besuki, Desa Wunut, Desa Ketapang, dan Kelurahan Porong.

Selanjutnya, dalam rangka penyelamatan perekonomian dan kehidupan sosial kemasyarakatan di sekitar tanggul lumpur Lapindo, anggaran belanja yang dialokasikan pada BPLS Tahun Anggaran 2013 dapat digunakan untuk kegiatan mitigasi penanggulangan semburan lumpur, termasuk penanganan tanggul utama ke Kali Porong yang mengalirkan lumpur dari tanggul utama ke Kali Porong.

Partai Demokrat telah membantah dan menjamin tak ada "mahar" politik dengan partai tertentu dalam APBN-P 2013. Alokasi anggaran Rp 115 miliar dalam APBN-P 2013 perlu digelontorkan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak.

Sumber : Kompas

Soal Anggaran Lumpur Lapindo, Demokrat: Beberapa Kali Kita Dikerjai Golkar

Soal Anggaran Lumpur Lapindo, Demokrat: Beberapa Kali Kita Dikerjai Golkar

Partai Demokrat membantah ada deal khusus dengan Partai Golkar terkait pengalokasian anggaran Rp155 miliar untuk penanganan lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur.

Seperti diketahui, alokasi Rp155 M tersebut tertuang dalam RAPBN-P tahun 2013 Pasal 9 APBN-P tahun 2013 yang baru saja diparipurnakan pada 17 Juni 2013 lalu. Muncul tudingan, anggaran itu adalah ‘mahar’ bagi Partai Golkar agar menyetujui kenaikan harga BBM.

"Itu tidak benar, jadi enggak ada deal politik," kata Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul, saat berbincang dengan Okezone, Kamis (20/6).

Ruhut menambahkan, Partai Golkar kerap berlawanan sikap dengan partai besutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Salah satunya saat menyikapi kasus Bank Century. "Beberapa kali kita dikerjain golkar. Padahal mereka partai koalisi. Saya lebih menghormati oposisi yang kerjanya berlawan," terangnya.

Sebelumnya koordinator Sekertariat Nasional Forum Indonesia untuk Trasparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khaddafi meyakini adanya deal politik antara partai Demokrat dengan Golkar terkait pengalokasian anggaran Rp155 miliar untuk penanganan lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur.

Sekedar diketahui, alokasi Rp155 M tersebut tertuang dalam RAPBN-P tahun 2013 Pasal 9 APBN-P tahun 2013 yang baru saja diparipurnakan pada 17 Juni 2013. "Tentu saja ada deal politik antara kedua partai, Demokrat dan Golkar," kata Ucok saat ditemui di gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu 19 Juni kemarin.

Akibat adanya anggaran untuk penanganan lumpur Lapindo itu, sebagian masyarakat dikabarkan akan mengajukan ujimateri ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kita persilakan saja masyarakat, pasti kita mendukung bila diujimaterikan," kata Wakil Ketua DPR RI Sohibul di Jakarta, Rabu (19/6) lalu.

SPBU Penuh, Jalan Cikini Raya Tersendat

Jumat, Juni 21, 2013

SPBU Penuh, Jalan Cikini Raya Tersendat

Jakarta - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sudah dipastikan akan diumumkan pada pukul 22.00 WIB. Nantinya, premium akan berubah menjadi harga Rp 6.500 dan solar sebesar Rp 5.500.

Berdasarkan pantauan detikcom, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Cikini sudah ramai didatangi pemilik kendaraan. Ini adalah salah satu bentuk rush atau kepanikan jelang kenaikan harga diumumkan.

Kepala Shift SPBU Cikini Rahmat menuturkan ramai pembeli sudah berlangsung sejak jam 14.00 WIB. Ada sekitar ratusan kendaraan yang datang untuk mengisi penuh tangki mobil dan motornya.

"Dari Jam 2 siang ini SPBU sudah ramai sekali dan penuh," ungkapnya di SPBU Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2013)

Mobil yang ingin membeli premium terpaksa antre hingga ke bagian jalan raya. Akibatnya, sepanjang jalan Cikini Raya terlihat kemacetan yang lumayan panjang.

"Lumayan panjang macetnya, karena dari siang tadi penuh kan sampai ke jalan," sebutnya.

Selain motor dan mobil pribadi juga tampak, kendaraan angkutan umum, seperti Metromini, Kopaja dan mikrolet yang melakukan pengisian. Sekitar 20 petugas SPBU cukup sibuk melayani pembeli yang terus berdatangan.

Sumber Berita : Detik
Sumber Gambar : Liputan6

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Bandung Bakar Ban dan Blokir Jalan Dago

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Bandung Bakar Ban dan Blokir Jalan Dago

Bandung - 100 Orang yang tergabung Gerakan Mahasiswa Bandung memblokir Jalan Dago. Mereka juga membakar ban, hingga asap pekat membumbung tinggi di kawasan pusat kota ini.

Berdasarkan pantauan, Jumat (21/6/2013) massa bergerak dari depan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) sekitar pukul 20.00 WIB. Selanjutnya mereka berjalan kaki menuju Jalan Dago dan bergerak ke kiri menuju arah Simpang Dago.

Langkah kaki mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM ini terhenti di depan rumah makan Dago Panyawangan.

Aksi blokir satu jalur dari arah Cikapayang menuju Simpang Dago memicu kemacetan arus lalu lintas. Kendaraan mengular hingga satu kilometer. Roda dua dan empat berbelok ke Jalan Teuku Umar serta berbalik arah ke bawah atau jalur sebaliknya.

Mahasiswa membentuk lingkaran besar dan membakar ban di tengah-tengah. Asap pekat pun membumbung tinggi. Aksi mahasiswa ini menyita perhatian pengendara dan warga yang sedang berbelanja di kawasan Dago.

"Kita tak pernah berhenti turun ke jalan apabila ada kebijakan yang tidak pro kepada rakayat. Tolak kenaikan harga BBM," teriak pedemo melalui pelantang suara.

Hingga pukul 20.30 WIB, demonstran masih bertahan di lokasi aksi. Awalnya aksi pedemo tak dikawal aparat kepolisian. Polisi tiba sekitar 15 menit kemudian setelah mahasiswa menyampaikan protes di tengah jalan.

Sumber : detik.com

Buruh: Tolak Harga BBM atau Galau Sepanjang Masa

Buruh: Tolak Harga BBM atau Galau Sepanjang Masa

TANGERANG -- Ribuan buruh yang tergabung dalam beberapa aliansi serikat buruh dan Komite Aksi Buruh Tangerang Bergerak (KABUT BERGERAK) melakukan aksi demonstrasi lanjutan menolak rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di depan Kantor Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

Para demonstran membentangkan spanduk berisi tanda tangan warga menolak kenaikan BBM serta mencorat-coret pagar Puspemkot. Dua mobil komando yang membawa koordinator aksi terparkir di depan pagar Puspemkot. Terdapat enam speaker yang terpasang untuk menyuarakan aksinya.

Demonstran lainnya menghadap pagar dengan menggunakan kostum merah dan hitam dengan penutup kepala berwarna merah. Dalam kaos mereka tertulis Federasi Serikat Pekerja Metal (FSPM) Indonesia.

Sebagian para pendemo mencorat coret pagar dengan tulisan berwarna merah, hitam dan kuning isinya 'Atas Nama Buruh dan Rakyat Menolak Kenaikan BBM.' Adapula tulisan lainnya yang meminta pemerintah untuk membatalkan rencana kenaikan BBM bersubsidi. Di antaranya tulisan 'Hanya Kaum Maju yang Tetap Melawan.'

Ratusan motor memenuhi area jalan menuju Puspemkot di Jalan Satria Sudirman, Kota Tangerang. Selain itu, terlihat poster bertuliskan 'Tolak Harga BBM atau Galau Sepanjang Masa' yang terpampang di mobil komando.

Spanduk sepanjang lima meter berwarna putih membentang berisikan ratusan tanda tangan sebagai bukti menolak kenaikan BBM. Aparat kepolisian dari Polres Metro Tangerang terlihat berjaga-jaga di depan kawasan Pemkot beserta petugas Satpol PP Kota Tangerang.

"Kami mau bukti bukan janji. Kami akan menunggu pak wali kota, jika sibuk maka kami akan tetap menunggu di sini atau di jalan raya," kata Sasmita, Koordinator Lapangan Wilayah Kota Tangerang, Jumat (21/6).

Menurut dia, kenaikan BBM memang bukan penentu kebijakan wali kota. Namun apabila, semua wali kota di Indonesia bergabung untuk menolak kenaikan BBM maka pemerintah pusat akan menghentikan keputusan tersebut.

Dalam orasinya, Sasmita mengungkapkan BBM belum naik saja, harga berbagai kebutuhan pokok sudah melonjak. Menurut dia, keputusan DPR RI pada rapat paripurna 17 Juni 2013 merupakan malam pengkhianatan besar kepada rakyat.

"338 wakil rakyat yang menyepakati secara voting untuk menaikan BBM adalah bukan wakil rakyat," paparnya.

Apabila kenaikan BBM tetap terjadi maka buruh akan tetap melanjutkan aksinya untuk mogok nasional.
Hingga Jumat (21/6) sore, para demonstran tetap bertahan menunggu kehadiran Wali Kota Tangerang Wahidin Halim maupun Wakil Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah. Namun tidak ada perwakilan dari pemkot yang bersedia untuk menemui mereka.

"Hubungi pak wali kota, kalau pak wali tidak berani muncul, dia bukan wakil rakyat Kota Tangerang," ujarnya.

Sumber : Republika

PT POS: Pembayaran BLSM Mudah karena KPS

PT POS: Pembayaran BLSM Mudah karena KPS   

REPUBLIKA.CO.ID, Masyarakat 2013 dilakukan melalui Kantor Pos. Manager Public Relations PT POS Indonesia, Abu Sofian mengatakan, tidak ada persiapan khusus jelang pembayaran BLSM ke masyarakat miskin.

Sebab, prosedur pembayaran sudah dimudahkan dengan adanya Kartu Perlindungan Sosial (KPS). "Masyarakat miskin hanya diharuskan membawa KPS, kartu identitas dan kartu keluarga," ujar dia saat dihubungi Republika, Jumat (21/6).

Untuk mengatur jalannya pembagian BLSM, Sofian mengatakan, masyarakat hendaknya datang ke kantor pos di domisili terdekat. Selain itu, ia meminta masyarakat tetap antre dan disiplin. Tentunya agar pembayaran BLSM berjalan dengan lancar dan tepat sasaran.

Pembayaran BLSM akan dilakukan selama empat bulan ke Rumah Tangga Sasaran (RTS). Setiap bulannya RTS menerima sebanyak Rp 150 ribu. Untuk pembayarannya dibagi ke dalam dua tahap. Tahap pertama Juli-Agustus dan tahap kedua September-Oktober.

Dana kompensasi kenaikan BBM ini dibagi dalam du termin, sehingga setiap RTS nantinya mendapatkan Rp 300 ribu pada Juni dan September melalui PT Pos Indonesia.

Di tahap pertama besok pada Sabtu (22/6), pembayaran BLSM di beberapa kota seperti Medan, Palembang, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Denpasar dan Makassar. Kemudian pada 24 Juni di lima kota besar seperti Bandung, Ambon, Jayapura, Solo, dan Malang.

Sumber : Republika

Kenaikan Harga BBM Diumumkan Malam Ini

Kenaikan Harga BBM Diumumkan Malam Ini
JAKARTA  -- Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan kenaikan harga BBM bersubsidi akan diumumkan Jumat (21/6) malam ini. "Akan diumumkan bersama, sebanyak-banyaknya menteri hadir. Tempatnya sedang dipikirkan di mana," kata Jero Wacik di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (21/6).

Menurut Jero Wacik, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Keputusan Presiden sudah menginstruksikan untuk mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM mengenai pengumuman kenaikan harga itu. "Sudah ada Keppres, bahwa urusan harga BBM diserahkan pada Menteri ESDM," jelas Jero Wacik.

Terkait dengan pengumuman kenaikan harga BBM itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana mengatakan, Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sudah siap untuk ditransferkan kepada 15,5 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS) sehari setelah pengumuman kenaikan harga BBM, atau Sabtu (22/6).

Menurut Armida, untuk tahap awal BLSM siap diberikan untuk RTS di 14 kota besar di Indonesia. Sedangkan untuk kota Bandung, BLSM diberikan pada Senin (24/6). "BLSM sudah siap di hari Sabtu (22/6) di 14 kota besar, minus Bandung ya. Bandung hari Senin ya," tegas Armida.

Ia menjelaskan, bahwa BLSM tahap pertama diberikan hingga Juli 2013. Sementara BLSM tahap II diberikan di 33 provinsi dan tahap III mencakup kabupaten/kota. "BLSM itu bertahap ya sampai Juli, 14 kota besar dulu. Yang berikutnya mencakup 33 provinsi pada tahap dua, tahap tiga itu kabupaten kota," pungkas Armida.

Harga Minyak Dunia Turun Tajam, Indonesia Naikin Harga BBM

Harga minyak mengalami penurunan paling tajam dalam tujuh bulan pada Kamis (20/6) waktu setempat. Penurunan ini didorong oleh isyarat pengurangan stimulus Federal Reserve, lansir Republika Online, Jum'at (21/4).

Selain itu, melemahnya data manufaktur Cina menjadi faktor penurunan harga minyak. Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, ditutup pada 95,40 dolar AS per barel, atau jatuh 2,84 dolar AS dari Rabu, lapor AFP.

Penurunan 2,9 persen adalah yang terbesar sejak 7 November, menjelang pemilihan presiden AS. Di perdagangan London, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus juga merosot paling besar sejak 7 November, sebanyak 3,97 dolar AS menjadi 102,15 dolar AS per barel.

Pasar minyak bergabung dengan aksi jual pasar saham dan emas global dalam menanggapi komentar Ketua Fed Ben Bernanke bahwa Fed bisa mulai mengurangi pembelian obligasi 85 miliar dolar AS per bulan jika perekonomian terus membaik.

"Kami mengalami pertumpahan darah di sini," kata Matt Smith dari Schneider Electric. Smith mengatakan, pasar mencerna berita Fed ketika terkena pukulan lain. Data awal HSBC menunjukkan kontraksi lain dalam aktivitas manufaktur Cina, merosot pada Juni ke tingkat terendah sembilan bulan.

Angka manufaktur buruk keluar dari Cina yang merupakan penggerak pertumbuhan ekonomi global "Benar-benar melumuri lantai untuk kemerosotan lebih rendah," katanya."Semuanya dijual. Itu hanya salah satu dari hari-hari penghindaran risiko,"tambahnya.

Penurunan harga minyak menghapus keuntungan pekan lalu yang dipicu oleh kekhawatiran perang sipil Suriah bisa meningkat dan mendorong Timur Tengah yang kaya minyak mentah ke dalam konflik yang lebih luas.

"Kekhawatiran tentang Suriah masih ada, tetapi pada saat orang-orang menjual dan lebih memilih untuk mempertahankan uang tunai mereka," Kelly Teoh, ahli strategi pasar di IG Markets di Singapura.

Meski harga minyak dunia turun, pemerintah dikabarkan tetap akan menaikkan harga BBM. Rencananya, kenaikan harga BBM akan diumumkan nanti malam, di tengah demonstrasi mahasiswa dan masyarakat yang masih terus berlangsung

Menghasut Si Miskin (dengan) Menyalahkan Si Kaya | Penipuan BBM Naik



Menghasut Si Miskin (dengan) Menyalahkan Si Kaya | Penipuan BBM Naik

Hari ini kita dihangatkan dengan pro kontra rencana pemerintah menaikkan harga BBM subsidi sebesar 45%, dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500. Yang menarik adalah biasanya pemerintah menaikkan harga BBM untuk menyesuaikan dengan harga minyak mentah dunia yang melambung tinggi melebihi asumsi yang ditetapkan APBN. Kali ini tidak, harga minyak dunia sedang stabil jadi apa alasan menaikkan harga BBM subsidi?

Konon (saya sebut begitu karena mirip dongeng) jika BBM subsidi tidak dinaikkan APBN akan defisit lebih dari 250 Trilyun rupiah. Ok lah dari dulu juga begitu alasannya. Karena harga minyak mentah dunia sebenarnya sedang tidak naik pemerintah sepertinya merasa perlu ada isu yang dijual (meski sebenarnya ini juga isu lama), yaitu Selama ini BBM subsidi tidak tepat sasaran, 70% dinikmati orang kaya. Benarkah demikian? Mari kita telaah.

Jika para ahli menggunakan data sana-sini saya ingin mendatangkan perspektif baru yaitu: Data Penjualan Otomotif di Indonesia. Hal ini karena saya bekerja pada bidang tersebut. Sumber datanya pun cukup mudah diakses, untuk data penjualan roda dua bisa diakses di http://www.aisi.or.id, sedangkan data penjualan roda empat silakan cek http://www.gaikindo.or.id

Perhatikan grafik dibawah ini:



Data diatas adalah data penjualan sepeda motor vs mobil all merk dari tahun 2005-2013 (2013 sampai Mei). Sebenarnya kita bisa menarik data dari tahun 90-an, tapi karena kebutuhan kita adalah untuk perbandingan maka 8 tahun rasanya cukup. Kalau ditotal terlihat dari 2005-2013 ada 5jt lebih kendaraan roda empat terjual, dan pada rentang yang sama ada 50jt lebih sepeda motor terjual. Saya ingin berasumsi mobil mewakili si kaya sedangkan motor mewakili si miskin. Dari data tersebut terlihat perbandingan jumlah mobil:motor adalah 1:10. Eit tunggu dulu, data penjualan mobil belum dikurangi:
  1. Mobil dinas yang digunakan mulai eselon sampai staf daerah-daerah
  2. Penjualan bus dan truck, karena bus dan truck include dalam data tersebut.
  3. Mobil yang diekspor, mobil dibuat di Indonesia tapi diekspor include dalam data tersebut.

Katakanlah 3 hal diatas kita abaikan dulu. Saya mau mengajukan asumsi baru, misalkan setiap yang punya satu mobil juga punya satu motor, berarti jumlah motor dikurangi 5jt, perbandingan si kaya:si miskin diperoleh 1:9

Ok itu dicatat dulu. Mari kita lihat data penjualan roda empat all merk Januari-Mei 2013 dari Gaikindo berikut ini:



Silakan amati data tersebut.
  1. Porsi terbesar penjualan mobil adalah segmen MPV dengan CC kurang dari 1500, mencapai 54%.
  2. Porsi kedua adalah penjualan bus dan truck yang kalau dijumlah mencapai 27%.
  3. Porsi ketiga adalah MPV & SUV dengan CC lebih dari 1500 tapi kurang dari 2500, mencapai 13%

Sisanya adalah selain ketiga diatas dengan porsi tidak signifikan. Orang kaya yang diilustrasikan dengan mobil Camry, Volvo, Mercy, Accord misalnya hanya mencapai 1,4% (lihat penjualan sedan). Itupun saya yakin mereka pakai pertamax. Katakanlah orang kaya diwakili porsi pertama dan kedua maka perbandingan mobil:motor tidak lagi 1:9 tapi malah cuma 0,6:9.

Katakanlah sebuah mobil itu saking borosnya untuk jarak yang sama perlu BBM 4x lipat daripada motor maka perbandingan konsumsi BBM antara si kaya:si miskin adalah 2,4:9. Hitungan itu sudah mengandaikan mobil paling boros lho. Perbandingan konsumsi BBM mobilnya mau dinaikkan sampai 5x lipat atau 6x lipat dari motor silakan dihitung sendiri.

Dari data yang saya ajukan ini mari kita tanyakan pemerintah, maksud BBM subsidi sebagian besar dihabiskan orang kaya itu pakai data apa?

Wallahu’alam


*http://blogiwan.wordpress.com/2013/06/15/menghasut-si-miskin-dengan-menyalahkan-si-kaya/

Pengamat: Jangan Coblos Parpol Pendukung Kenaikan BBM

Pengamat: Jangan Coblos Parpol Pendukung Kenaikan BBM

Jakarta - Pengamat pemilu dari sinergi masyarakat untuk demokrasi (SIGMA), Said Salahudin mengatakan, partai pendukung kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak layak didukung pada pemilu 2014.

"Bisa dikatakan partai tersebut telah menunjukan ketidak berpihakan kepada rakyat. Kebijakan BLSM (bantuan langsung sementara masuarakat_red) sebagai kompensasi kenaikan BBM telah melakukan politik tipu-tipu kepada rakyat," kata Said kepada wartawan, di kantor Bawaslu, Jakarta, Rabu (19/6).

Bagi Said, alasan pemerintah yang menaikan harga BBM dengan alasan defisit APBN dianggap sebagai alasan tidak tepat. Terlebih alokasi dana kompensasi BBM berasal dari pinjaman luar negeri.

"Hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) defisitnya BBM bukan disebabkan subsidi BBM. Melainkan karena ketidakpandaian pemerintah dalam mengelola anggaran," urai Said.

Seperti diketahui, dalam rapat paripurna DPR beberapa hari yang lalu. Sebanyak lima partai politik mendukung pemerintah menaikan harga BBM, Partai Golkar, PAN, PPP, PKB dan PD. Sementara empat partai politik yang menolak kebijakan pemerintah menaikan harga BBM adalah PDIP, Hanura, PKS dan Gerindra.


sumber: Triknews

Econit: Naikkan Harga BBM, Pemerintah Minta Rakyat Berkorban

Kamis, Juni 20, 2013

Econit: Naikkan Harga BBM, Pemerintah Minta Rakyat Berkorban

JAKARTA -- Pengamat ekonomi dari Econit Hendri Saparini mengatakan, dengan menaikkan harga BBM, pemerintah sama saja meminta rakyat berkorban.

Pemerintah meminta rakyat menyelamatkan APBN yang dianggap defisit karena banyak digunakan untuk mensubsidi harga BBM.

Namun, ujar  Hendri, BLSM yang digunakan untuk membantu rakyat miskin juga berasal dari hutang negara. Saat ini malah terdapat tambahan hutang sebesar 80 triliun. "Walaupun subsidi BBM dikurangi, APBN tetap berat bebannya,"ujarnya, Kamis (20/6)

Sebenarnya, kata Hendri, seluruh komponen di dalam masyarakat sudah digiring opininya oleh pemerintah. Pemerintah membentuk opini yang menakuti masyarakat yakni jika harga BBM tidak dinaikkan maka APBN akan jebol.

Pengusaha mendukung kenaikan harga BBM asalkan UMK tidak naik."Maka buruh semakin tertindas perekonomiannya dengan kenaikan harga BBM ini," kata Hendri.

Selama ini, terang Hendri, selalu masyarakat yang dikambinghitamkan atas banyaknya konsumsi BBM. Padahal BBM yang diselundupkan dari kilang ke industri-industri juga banyak. "Apakah pemerintah sudah mengusut dan melakukan tindakan nyata terhadap para penyelundup BBM ini,"terangnya.

Pemerintah, kata Hendri, dengan menaikkan harga BBM sama saja membuat kebijakan yang membuat daya beli dan daya saing turun. Daya produksi di masyarakat juga turun sebab bahan-bahan untuk produksi harganya semakin mahal dan tak terjangkau.

Kalau pemerintah mau memberikan kompensasi bagi warga miskin yang kena dampak kenaikan harga BBM, harusnya kompensasinya 100 persen. BLSM hanya senilai 150 ribu per bulan, dasar perhitungannya tidak jelas. "Padahal inflasi antara daerah yang satu dengan daerah yang lain itu beda," kata Hendri.

*sumber: Republika

Gara-gara DPR Kecolongan Anggaran Lapindo, BBM Tak Jadi Naik?

APBN-P 2013 yang disyahkan melalui voting sidang paripurna DPR RI, Senin (17/6) malam, tersangkut masalah. Pasalnya, di dalam APBN-P itu pemerintah akan menggelontorkan dana sebesar Rp 155 miliar untuk membantu korban lumpur Lapindo.

Banyak anggota DPR merasa kecolongan pasal 9 ayat 1 itu, termasuk Wakil Ketua DPR Pramono Anung.

"Saya ingin jawab ini secara jujur. Sebagai pimpinan saya baru mengetahui hal ini di forum lobi," kata Pramono di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (19/6) seperti dikutip Tribunnews.

Pramono bahkan bersumpah dirinya tidak mengetahui mengenai anggaran tersebut sebelumnya. "Sebelumnya enggak tahu sama sekali. Kalau perlu sumpah tuhan saya berani," tandasnya.

Pengalokasian anggaran untuk Lapindo yang disinyalir menjadi "mahar" untuk Partai Golkar supaya menyetujui pengesahan APBN-P 2013 itu memicu polemik. Sebagian masyarakat pun berencana mengajukan uji materi atas UU APBNP 2013 itu.

"Kita persilakan saja masyarakat, pasti kita mendukung bila diujimaterikan," kata Wakil Ketua DPR RI Sohibul di Jakarta, Rabu (19/6).

Hingga berita ini dimuat, belum ada kepastian kapan pemerintah menaikkan harga BBM meskipun DPR telah menyetujui UU APBN-P 2013. Lalu, jika pengajuan uji materi RUU APBN-P 2013 gara-gara pasal anggaran lapindo itu disetujui Mahkamah Konstitusi, kenaikan harga BBM pun terancam batal.