Wakaf Quran
News Update :

Entri Populer

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Kultwit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kultwit. Tampilkan semua postingan

"Militer, Media, dan Intervensi Asing sebagai Ujian Demokrasi Mesir" | by @Muzzammil_Yusuf

Jumat, Juli 05, 2013

"Militer, Media, dan Intervensi Asing sebagai Ujian Demokrasi Mesir" | by @Muzzammil_Yusuf

@Muzzammil_Yusuf  on twitter
Wakil Ketua Komisi III DPR RI


Assalamu'alaikum Tweeps, InsyaAlloh saya akan sampaikan tweets tentang Militer, Media, dan Intervensi Asing sebagai Ujian Demokrasi Mesir...

1. Sangat disayangkan di era modern ini masih ada kudeta militer.

2. Padahal Presiden Mursi adalah Presiden Mesir yg dipilih langsung oleh rakyat Mesir dgn perolehan 51,7% pd Pilpres 2012.

3. Beliau juga telah menunjukan prestasi selama 1 tahun memimpin Mesir.

4. Referendum Konstitusi Mesir baru yg dipersoalkan oleh oposisi dan militer, menunjukan 63% rakyat Mesir mendukungnya.

5. Fenomena kudeta militer ini menunjukan kemunduran Mesir jauh ke belakang.

6. Kelompok minoritas Mesir yg oposisi terhadap pemerintah tdk siap berdemokrasi. Mereka tdk siap kalah dan tidak siap diatur.

7. Meskipun jumlah yg anti Presiden Mursi lebih kecil drpd pendukung Mursi tapi mereka miliki sumber kekuatan politik yg besar.

8. Kekuatan politik utama mereka adalah militer, media, dan dukungan Asing.

9. Dukungan Asing ini akan berdampak pada dukungan dana, senjata, dan intelijen.

10. Dugaan saya, Israel dan Barat dibalik agenda penggulingan Presiden Mursi.

11. Kejadian ini mengulang kudeta militer terhadap FIS di Aljazair tahun 1992, Sudan, dan Palestina.

12. Mereka juga sdg berusaha menggulingkan pemerintahan Turki. Ke depan mereka sangat mungkin menargetkan Tunisia dan Maroko.

13. Sejak awal mereka merasa terancam dengan kepemimpinan Presiden Mursi di Mesir dan pemimpin gerakan Islam lainnya.

14. Meski terpilih scr demokratis via Pemilu, mereka tdk ingin pemimpin gerakan Islam menang dan memimpin pemerintahan.

15. Kejadian ini menunjukan ketidakkonsistenan pidato Obama yang pernah disampaikannya di Al Azhar, Mesir pada 2009.

16. Presiden Obama pernah mengatakan ingin bergandengan tangan dan bekerjasama dengan pemerintahan Islam.

17. Menarik utk diamati, peran media masa di Mesir yg dikuasai oleh partai oposisi bekerjasama dgn media internasional.

18. Mereka mnyebarkan pemberitaan yg masif ttg demontrasi yang anti Pres Mursi sampai ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

19. Sedangkan aksi besar-besaran yg dilakukan pendukung Pemerintahan Mursi dan prestasi Presiden Mursi tidak mereka siarkan.

20. Seakan-seakan yang mendukung Presiden Mursi itu jumlahnya sedikit dan pemerintahan Mursi telah gagal memerintah.

21. Apalagi saat ini 3 stasiun TV yang mendukung Pemerintahan Mursi ditutup oleh Militer sehingga tidak bisa bersiaran.

22. Agenda setting media dalam kudeta militer di Mesir ini sangat kuat.

23. Mereka mrekayasa realitas Mesir dgn memunculkan berita yg sesuai dgn agenda mereka dan menutup berita yg rusak agenda mrk.

24. Kepada Pemerintah Indonesia, saya mendesak agar Presiden SBY tidak mengakui pemerintahan Mesir hasil kudeta militer.

25. Mendukung kudeta militer bertolak belakang dengan prinsip demokrasi yg dipahami rakyat Indonesia.

26. Jika kita konsistn, seharusnya Pak SBY tdk akui presiden baru Mesir hasil kudeta militer yg melawan pemrntahan sipil yg sah.



*https://twitter.com/Muzzammil_Yusuf

Doa ku untuk saudara saudara di bumi Mesir yang diberkahi

Kamis, Juli 04, 2013

by @ridlwanjogja :

Doa ku untuk saudara saudara di bumi Mesir yang diberkahi, sungguh Allah sayang kalian

Kalau disini cuma diserang pakai fitnah, belum apa-apa. Lihat di Mesir, menang demokratis digulingkan militer .

Ada yang bilang itu people power ? People yang mana ? Mau adu banyak ? Ada pemilu bung dan mereka kalah pemilu. Ini kudeta !

Lihat kantor kantor Ikhwan diserang secara masif dan bersenjata. Aktivis dibunuhi. Kudeta itu nggak harus pakai seragam.

Operasi penjatuhan Morsy khas gerakan intelijen. Siapa dibelakangnya ? Dilihat dari negara yang paling diuntungkan jika Morsy jatuh.

Operasi macam ini sudah disusun rapi dan sistematis. Ada agen atau aktor yang siap dengan perannya masing-masing.

Menurutku Ikhwan terlalu sayang dengan Mesir sehingga menahan diri utk tidak melawan. Sementara para agresor nggak pakai hati

Cek misalnya berita pemerkosaan yang marak di lapangan Tahrir. People seperti ini yang akan memimpin Mesir ?

Perkembangan Ikhwan membahayakan kepentingan negara macam AS dan Israel. Jangan difikir mereka tak bergerak. Operation still running

Analis mereka bekerja, operator mereka bekerja. Mencari pendukung, agen, kolaborator, yang siap memberangus Ikhwan di berbagai negara.

Tema serangan disesuaikan, melihat konstelasi opini publik. Di Mesir sampai berdarah-darah, di Indonesia cukup pake Fatonah

Bersiap siagalah. Kebatilan yang terorganisir membahayakan kebaikan yang tercerai berai. Mari bersatu. Solidkan. Rapikan shaff.

Hanya dalam hitungan menit setelah Mursi dijatuhkan

by @salimafillah :

Kalahnya kebenaran tak berarti ia batal, hanya saja ia lemah. Siapa menjauh kala kebenaran lemah; dia tak diperlukan di saat kebenaran kuat.

Penangkapan & penahanan dimulai.. Ya Allah; jaga Mursy, Khairat Al Syathir, Sa'd Al Katatny, Mahmud Bayumi, Essam El Erian, & rakyat Mesir..

Mursi; pemimpin pertama yang dipilih rakyat dalam ribuan tahun sejarah #Mesir; tak pernah menyensor media yang siang-malam menyerangnya.

Hanya dalam hitungan menit setelah Mursi dijatuhkan; militer menutup 7 kanal Media & menangkapi wartawannya. Selamat datang kembali Tirani!

Confirmed; telah ditangkap Rasyad Al Bayumi {Wakil Mursyid IM}, Essam El Erian {Ketua FJP}, & Al Katatny {Ketua Parlemen}.

Sembilan puluh lima ribu nyawa rakyatnya hilang; tapi Basyar Al Assad dipertahankan. Tak setetes darahpun ditumpahkan Mursi; dia dijatuhkan.

Bahaya besar peristiwa Mesir bagi dunia Arab; kian tipis kepercayaan pada jalan juang damai & moderat. Bandul ekstremisme akan berayun lagi.

Bayangkan fikiran ini; Ikhwan yang di mata harakah lain lembek & kompromis dengan berdemokrasi ujungnya begini. Jalan apa lagi tuk berjuang?

Tapi kita yakin; Ikhwan insyaaLlah mampu bersikap tepat setelah 8 dasawarsa berpengalaman menghadapi tiran dalam besi & api, kurung & bunuh.

Seperti tafakkur para sahabat RasuliLlah saat Perang Ahzab mengguncang & menyesak; kian gelap, kian gulita; adalah tanda fajar segera tiba.

Membongkar "Pemain Besar" Dibalik Kasus LHI | by @MahfudzSiddiq

Rabu, Juli 03, 2013

Membongkar "Pemain Besar" Dibalik Kasus LHI | by @MahfudzSiddiq

by @MahfudzSiddiq

Mengisi weekend saya iseng2 baca surat dakwaan jaksa tipikor thd terdakwa LHI. Hmm... saya menemukan ada "Pemain Besar".
  
Jaksa ajukan 5 dakwaan berlapis yg intinya sih 2 dakwaan aja: dakwaan tipikor tuk kasus kuota impor dan dakwaan tppu.
  
Tapi tuk dakwaan tppu dibuat berlapis 4 atas profil harta-kekayaan yg relatif sama. Smntr kasus pokok/asalnya hanya 1 dakwaan.
  
Dakwaan atas kasus pokok/asal yaitu tipikor adl dugaan menerima suap dan perdagangkan pengaruh thd kementan soal kuota impor.
  
Dipaparkan dlm dakwaan upaya PT Indoguna melobi LHI via AF tuk dpt tambahan kuota impor dr Kementan th 2012/13 plus iming2nya.
  
Menurut Jaksa, Kementan tolak permohonan PT Indoguna ter-tgl 8 nov 12 krn sdh tak ada kuota & tak sesuai permentan.
 
Jaksa jg sebutkan ajuan kedua dr PT Indoguna ter-tgl 27 nov 12 juga ditolak Kementan dgn alasan yg sama.
 
Krn gagal dapat tambahan di 2012 PT Indoguna coba ajukan kuota impor tuk th 2013. Tgl 18 des 12 mrk ajukan surat ke Kementan.
  
Ajuan PT Indoguna ke Kementan adl dapat kuota impor 8000 ton di th 2013 atas nama 5 perusahaan.
  
Mereka juga ajukan surat atas nama Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia ke Menko-Ekuin. Padahal blm mulai pembahasan.
  
Namun dlm dakwaan, Jaksa tdk elaborasi proses komunikasi antara ASPIDI dgn Kemenko-Ekuin. Hanya disinggung sekilas. (hmmm)
  
Terkait ajuan kuota impor 8000 ton tuk th 2013, PT Indoguna janjikan fee 40-M via AF jika disetujui oleh Kementan.
  
Tuk yakinkan Kementan, PT Indoguna ajukan argumen bhw data BPS salah dan swasembada ancam ketahanan daging dlm negeri.
  
Tgl 11 Jan 13 difasilitasi LHI dan AF, MEL (Maria Elisabeth Liman) dr PT Indoguna dipertemukan dgn Mentan tuk jelaskan soal ajuan dan argumentasinya.
  
Di pertemuan itu MEL dr PT Indoguna paparkan krisis daging sapi shg harga tinggi lalu perlu tambahan kuota impor.
  
Menurut Jaksa, paparan MEL ditanggapi Suswono bhw data tsb tdk valid dan minta MEL lakukan uji publik atas datanya.
  
Suswono juga minta MEL serahkan data perusahaan yg tlah lakukan praktek jual beli Surat Persetujuan Impor.
  
Pada 28 Jan 13, AF hub MEL minta komitmen PT Indoguna yg kemudian siapkan uang 1 M ke AF tuk diambil esok harinya.
  
Tgl 29 jan 13 AF ambil uang 1 M trus ke Hotel Le Meridian, tempat ia kemudian ditangkap-tangan oleh KPK.
 
Ada info lain bhw KPK tdk bisa menunggu uang di AF itu sampai ke LHI, krn ada indikasi akan dipakai AF tuk urusan pribadinya.
  
Tapi info lain ini tdk masuk dlm dakwaan krn bisa mengaburkan keterkaitan antara AF dan LHI soal uang 1 M minus 10 juta. (hmmm)
  
Dan selang berikutnya LHI yg seharian sdg pimpin rapat ditahan oleh KPK dgn dugaan menerima suap dan dakwaan lakukan tipikor.
  
Fakta lain yg tdk dimasukkan dlm dakwaan bhw Kementan tetap bersikukuh thd data kebutuhan daging yg batasi kuota impor 2013.
  
Atas dakwaan kasus pokok/asal ini LHI diancam pidana dgn UU Tipikor.
  
Lalu 4 dakwaan berikutnya terkait dgn TPPU (pencucian uang -ed) dimana Jaksa paparkan profil harta-kekayaan LHI dan pergerakannya dlm kurun 2003-2013.
  
Saya kita tugas Tim Kuasa Hukum LHI tuk berargumentasi di persidangan ttg keabsahan data-2 tsb.
  
Namun yg menarik adalah paparan Jaksa pada dakwaan ke-5 juga masih soal TPPU. Krn muncul nama Yudi Setiawan.
  
Berawal di akhir 2011 dmn LHI dikenalkan oleh PT Indoguna dan AF dgn Yudi Setiawan, pemilik dan direktur beberapa perusahaan.
  
Dlm pertemuan 12 Juli 2012, Yudi Setiawan paparkan rencana perolehan sumber dana dari 3 Kementrian dgn target 2 Trilyun.
  
Kalau saya bahasakan dari dakwaan Jaksa, Yudi Setiawan akan memposisikan diri sbg "Pemain Besar" proyek 2 Trilyun tsb.
  
Sbgm umumnya "Pemain Besar" Yudi Setiawan dlm dakwaan Jaksa lakukan "treatment" tuk muluskan misinya.
  
AF lagi-lagi diperankan sbg perantara tuk himpun data termasuk dari DPR. Salah satu data diambil AF dari Anis Matta.
  
Dalam dakwaan Jaksa, komunikasi AF dgn Anis Matta terhenti pada data yg diklaim AF berasal dari Anis Matta.
  
Tidak ada paparan lanjutan dlm dakwaan Jaksa terkait komunikasi AF dgn Anis Matta.
  
Krn skenario proyek versi Yudi Setiawan untuk 2013, dakwaan Jaksa tdk lakukan paparan lanjutan krn Yudi sblmnya ditangkap KPK.
  
Yg menarik dari dakwaan Jaksa adalah link: Maria E Liman - Elda D Adiningrat - Yudi Setiawan. Dimana nampak yg terakhir sbg "Pemain Besar".
  
Saya jadi penasaran siapa sosok Yudi Setiawan ini? Sedikit ada jawaban di TL @si_butet_indo.
  
Jika data ttg Yudi Setiawan dari @si_butet_indo benar, maka tersambung benang-merah dgn info lain dlm proses hukum di KPK.
  
Bahwa ada invisible-hand yg ternyata punya hajat besar untuk main di Kementrian. Termasuk nama komisaris di PT Indoguna.
  
Dan ada penumpang gelap yg manfaatkan sikon di Kementan untuk buka besar-besaran kran impor pangan dgn tangan lain.
  
Saya sangat mendukung jika pengadilan Tipikor bongkar seluas-2nya modus kasus ini.

"Fitnah PKS, Yudi Setiawan dan Lingkaran Dalam Istana" by @novandrisaja

"Fitnah PKS, Yudi Setiawan dan Lingkaran Dalam Istana" by @novandrisaja

by @novandrisaja

Apa yang dikatakan Yudi Setiawan kepada media adalah kebohongan guna memfitnah dan menjatuhkan PKS.

Yudi Setiawan gunakan Wisnu yang punya koneksi luas terhadap media untuk buat opini-opini publik untuk menjatuhkan PKS.

Tapi mari kita lihat apa maksud di balik ini semua. Siapakah Yudi Setiawan?
1. Waktu lalu,saya buat chirp soal kbusukan Yudi Setiawan dlm kredit BJB, yg berimbas pd upaya penjatuhan PKS. Lihat: http://t.co/vd9KRkl11T
  
2. Siapakah Yudi Setiawan (YS) sesungguhnya? Ia merupakan pengusaha muda asal Surabaya. Saat ini berkantor di Jl. Cipaku, Senopati, JakSel.
  
3. Yudi Setiawan memiliki hubungan dekat dgn Andi Arief (Staf Khusus Presiden), Wisnu Agung Prasetyo (Asisten Staf Khusus).
  
4. Selain itu, Yudi Setiawan juga dekat dgn Jemmy Setiawan (Anggota DepHum DPP Demokrat), & Setiawan Purnomo (dekat dgn petinggi Polri).
  
5. Keempat serangkai ini difasilitasi oleh YS sebuah kantor bersama di kawasan Tebet, Jakarta. Selain itu, masing2 diberi mobil oleh YS.
 
 6. Wisnu dapat Mercy CLK, Jemmy Setiawan dapat Jeep Wrangler, sementara Setiawan/Iwan dapat Nissan Teana. Mobil mewah semua!
 
 7. Dari mana YS punya uang sebanyak itu? Sumber dana YS diduga dari hasil pembobolan Bank JaBar (BJB) sebanyak 55 Miliyar.
  
8. Menurut sumber yg patut dipercaya, dana 55 M itu dipakai YS untuk biaya operasional bisnis sesuai proposal yg diajukan k BJB sbanyak 5 M.
  
9. Tapi sisanya 50 M dilenyapkan oleh YS. Entah untuk apa, yg jelas tidak digunakan sebagaimana peruntukan proposal bisnisnya.
  
10. YS memberi keterangan palsu lewat media masa Tempo, dll, sperti jg penuturan pengacara YS melalui siaran TV. Dia coba fitnah orang2 PKS.
  
11. Katanya, YS telah memberikan uang kpd LHI & Anis Matta, melalui AF. Tp keterangan YS tsb tdk menjelaskan pemberian mobil kpd mereka.
  
12. YS dan kawan-kawannya mengatur rencana2 bisnisnya d kantor DIPO ALAM (Menteri Sekertaris Kabinet). Mereka pun mengendalikan media massa.
  
13. Kawan2 YS adalah orang2 yg memiliki kendali pemberitaan media massa. Maka mudah sekali mereka menyerang & memfitnah PKS.
  
14. Mereka menyebarkan informasi bahwa Yudi Setiawan telah memberi uang kepada LHI dan Anis Matta. Padahal ini bohong.
  
15. Kenyataan sesungguhnya, YS dan kroni-kroninya berposko di kantor Dipo Alam (Menseskab). YS adalah sumber dana bg Dipo Alam (Menseskab).
  
16. Kenyataan sesungguhnya, kawan-kawan YS adalah orang2 yg mengatur berita-berita kepresidenan.
  
17. Dengan ini semua, patut diduga bahwa YS menghamburkan uang dr BJB itu kepada kelompok Dipo Alam untuk membentuk opini publik.
  
18. Aneh juga kalau YS beri uang ke orang-orang PKS. Pasalnya backgroud YS adalah penguasaha keturunan & beragama non-Muslim.
  
19. Izinkan saya menceritakan kronologisnya. Awalnya, kredit Bank Jawa Barat (BJB) Yudi Setiawan (YS) adalah adanya fasilitas stand by loan.
  
20. Fasilitas stand by loan ini diperoleh Cipta Inti Pharmindo (CIP) sbesar 250 M. Fasilitas ini untuk kegiatan project APBN & BUMN.
 
 21. BJB setuju kredit lewat SP persetujuan kredit no.153/SBY-KOM/2011, 22 Juli 2011, untuk fasilitas stand by loan sebanyak 250 M.
  
22. Kredit ini tidak ada hubungannya dgn EDA, apalagi dgn AF/LHI, karena belum kenal. MOU Kredit dtandatangani BJB Cab. Surabaya & PT. CIP.
  
23. Penanda tangannya adlh Direktur YS, komisaris Yan Gunadi, Carolina Gunadi tanggal 3 feb 2012. Tidak ada sangkut pautnya dengan EDA.
  
24. Dlm bbrp kesempatan,Yudi selalu blg dia punya stand by loan dr BJB senilai 250 M & menawari bila ada proyek2 atau SPK,dia siap mendanai.
  
25. Salah satunya soal hubungannya dgn Deni Pasha, Direktur E-Farm, yg merupakan anak perusahaan Sanghyang Seri (SHS) salah satu BUMN.
  
26. Perusahaan ini jg sedang menggarap sektor perikanan & sedang menjajaki proyek di kementrian kelautan.
  
27. Dedi Yamin & Denni Pasha dikenalkan kepada Yudi Setiawan. Seiring waktu, komunikasi berjalan & terjadi hubungan d antara mereka.
 
 28. Dedi&Deni kerap presentasi proyek yg dtanganinya kpd YS. Selain sektor kelautan jg bidang investasi sektor perkebunan&peternakan ayam.
  
29. Tak cukup sampai di situ, mereka juga membentuk unit usaha PT. Cipta Kelola Bersama (CKB) antara Efarm dan Yudi.
  
30. Seiring waktu, YS dan Dedi Yamin semakin dekat. YS minta Dedi mbuat MOU kerjasama dlm rangka persiapan Proyek Pengadaan Pakan Ikan.
  
31. MOU itu untuk proyek di Kementrian Kelautan antara Efarm & PT. Cipta Terang Abadi (CTA) yg merupakan group CIP.
  
32. Kontrak kerjasama ditandatangani oleh YS & Dedi Yamin sbg Dirut E-Farm paraf Hery Tryatna & Denni Pasha dtandatangani pd 21 Maret 2012.
  
33. Dlm permohonan tsb, CTA butuh modal kerja untuk beli bahan baku pakan & operasional proyek sebesar 60 M.
  
34. Uang 60 M itu adalah 80% dr nilai kontrak dgn E-Farm 75,1 M. Vendor yg ditunjuk CTA sbg suplier yakni Dana Simba, Nirwana, & Radina.
  
35. Perusahaan2 ini sdh mlakukan survey khusus untuk pengadaan bahan baku pakan d bbrp daerah. Masing2 dapat PO dari CTA pada 24 April 2012.
  
36. Soal proses persetujuan pencairan fasilitas kredit ini, Radina tidak tahu bahwa BJB akan mcairkan fasilitas ini kepada Radina.
  
37. Radina tidak pernah ajukan fasilitas kredit ke BJB. Di sisi lain BJB jg tdk pernah lakukan verifikasi legalitas kantor & alamat Radina.
  
38. Pada 25 April, tiba2 ada informasi dana masuk 110 M ke rekening Radina dan YS minta dikembalikan ke rekening yg dia tunjuk.
  
39. Pada 25 dan 26 April, dana tersebut seluruhnya dikembalikan melalui rekening Yudi.
  
40. Penggunaan dana itu tdk terkontrol dalam perusahaan karena yg mengetahui pengeluaran dana tersebut hanya Yudi.
  
41. Bbrp orang dekatnya yg mungkin tahu jalurnya adlh istrinya, Carolina, Akuntingnya, Hedwig Andre Lesmana, Mohammad Ikhsan &Herry Triatna.
  
42. Melihat aktivitas kegiatan Yudi Setiawan (YS) & secara fakta penggunaan uang ini banyak digunakan untuk urusan pribadi.
  
43. Selain untuk beli aset kendaraan, uang itu jg untuk proyek2 (beli tanah, ternak sapi, perkebunan singkong, pembuatan stasiun tv lokal).
  
44. Di awal, telah dijelaskan bahwa YS itu dekat dgn Andi Arif, Wisnu Agung Prasetyo, Jemmy Setiawan, & Setiawan Purnomo.
  
45. Hubungan mereka ini terjalin dgn Dipo Alam, & YS selalu mengaku sbg keluarga istana, shg dia dpt kemudahan keluar masuk dgn mudah.
 
 46. Bahkan saking bebasnya, Yudi Setiawan bisa menggunakan nomor mobil kendaraan dengan stiker sekneg B 94 RFS.
  
47. Orang2 tsb diberi mobil mewah dan mbuat kantor khusus di daerah Tebet, dibuat untuk kantor pengacara hukumnya, Eben Eser Ginting.
  
48. Wisnu adalah salah satu orang yang pada saat penangkapan Yudi ada di apartemenny sedang menggunakan narkoba.
  
49. Namun,pada saat itu dilepaskan dan BB dimanipulasi karena jaminan orang istana.
  
50. Wisnu mempunyai hubungan dengan media2 online yang sampai saat ini membantu Yudi dalam mengemas opini2 publik demi kepentingannya.
  
51. Mereka memutar balikan fakta2 di media2, terutama berkaitan dengan hubungannya dengan kasus LHI dan AF. Mereka coba jatuhkan PKS.
  
52. Media tv lokal di Lombok adalah salah satu kerjasama antara Yudi, Wisnu, dan Butapi Lombok Tengah. Mereka gunakan ini untuk sebar opini.
 
 53. Liciknya, dlm brdiskusi,tdk hanya dgn LHI & AF, Yudi selalu mengarang cerita. Memotret presentasi d whiteboard seolah sbg notulen rapat.
  
54. Yudi dan Wisnu begitu dekat. Yudi manfaatkan Wisnu. Bahkan hari2 terakhir, Wisnu sering menginap atau bahkan tinggal di apartemen Yudi.
  
55. Selain itu, Bupati Lombok sering jd tamengnya dlm mengerjakan brbagai hal, trmasuk dlm pencairan dana BJB dirancang masuk ketiga vendor.
  
56. Sesuai dgn target pembuatan industri pakan, maka dibuatlah jadwal pengadaan bahan baku yg hrs dilaksanakan oleh ketiga vendor.
  
57. Hanya thd regina semua order dibatalkan, padahal pengumpulan bahan baku sudah mulai dilaksanakan.
  
58. Sedangkan dgn dua vendor lainnya, Yudi berkomunikasi sangat intensif tnpa spengetahuan EDA & DPA.
  
59. Yudi memerintahkan DY dan DPS untuk tidak menginformasikan hal ini kepada EDA dan DPA.
  
60. Akan tetapi, kalau ada telepon dr BJB yg menanyakan progres pengiriman bahan baku, Yudi selau mengarahkannya ke EDA.
  
61. Alhasil EDA bingung & bertanya ke Yudi dan Herry Triatna. Tp mereka malah minta EDA menjawab apa adanya sesuai schedule. Mereka bohong.
  
62. Di saat2 terakhir, EDA tidak mau menjawab lg karena sudah merasa tdk bekerja lagi dgn group CIP/CTA.
  
63. EDA merasa begitu karena sempat diinformasikan oleh anak2 buah Yudi kalau bunda (bgitu sebutan EDA) tidak perlu k Cipaku (kantor) lagi.
  
64. Dr bbrp penjelasan kronologis tsb, maka dpt disimpulkn bahwa fakta2 penjelasan Yudi terkait proses kredit BJB di Tempo tidaklah benar.
  
65. Yudi bilang ke Tempo, bhwa kredit BJB dbantu & dimediasikan LHI/AF. Itu tidak benar. Karena kredit itu sudah terjadi sblm kenal AF/LHI.
  
66. Yudi bilang k Tempo,bhwa kredit BJB ada campur tangan Gubernur Jabar. Itu tdk benar. Sepenuhnya kekuasaan dikendalikan oleh jaringan YS.
  
67. Jadi, pemberitaan di majalah Tempo tidaklah benar. Ini hanya upaya Yudi Setiawan menjatuhkan PKS lewat kasus yg melilitnya. Konspirasi!

*sumber: http://chirpstory.com/li/93231

"Jihad Akbar Membela Korban Tirani" | by @Fahrihamzah

"Jihad Akbar Membela Korban Tirani" | by @Fahrihamzah

by @Fahrihamzah


Pagi aku ucapkan salamku, assalamu'alaikum ya hamba Tuhan yang lemah...

Apakah pengakuan bahwa kita lemah di depan Tuhan artinya kita lemah di depan manusia dan makhluk? Tidak!

Justru pengakuan tentang betapa kecilnya kita dihadapan Tuhan adalah pertanda keagungan kita di depan makhluk-Nya...

Dan keangkuhan di depan Allah adalah bukti bahwa kita kerdil bahkan di depan manusia...maka apakah fir'aun itu agung? No!

Keangkuhan ada 2 cirinya: menghina manusia dan menentang kebenaran. Tentu keduanya terkait dengan penciptanya...

Manusia adalah ciptaan Allah paling sempurna...dan kebenaran adalah milik Allah darimanapun asalnya...termasuk dari musuh.

Maka melawan orang sombong adalah jihad..Seperti kata nabi..berkata benar di depan kezaliman adalah jihad terbesar...

Kenapa melawan kezaliman menjadi jihad terbesar? Karena kedua unsur itu ada dlm kezaliman: penghinaan dan menolak kebenaran.

Ada soal lain...kezaliman jika melekat pada penguasa...ia mengancam yg menegurnya...ia jahat karena kekuasaan.

Maka berkata benar di depan kekuasaan yang zalim adalah jihad terbesar...pahalanya besar tapi bahaya juga besar.

Tapi, apakah ada perkataan yang lebih baik daripada mengajak kepada kebenaran? Berbuat baik dan menunjukkan karakter kita?

Nahnu du'at qobla kulli syai'...kita penyeru kebaikan sebelum segala hal yang lain...dan kita harus rendah hati tapi tidak rendah diri.

Orang2 yang menjadi penyeru moralnya tidak boleh ditantang...dada harus lapang, kepala harus tegak dan mata menyala...

Dengan ketenagan itu kita menyaksikan dunia yang datar dari atas, melihat orang2 menggelepar di seputar ambisinya...

Dunia ini senda gurau semua...kita menumpang sebentar saja sebelum kembali pada ketiadaan...sekejap mata.

Di tengah itu kita menjalankan titah baginda SAW, "unshur akhoka dzoliman au madzluman",...

Kata beliau, "Bantulah saudaramu yang zalim atau yang dizalimi". Keduanya adalah korban tirani. Bantulah keduanya.

Biasanya kita hanya berani membela salah satunya...kita disuruh membela keduanya. Inilah jalan kita.

Janganlah karena kebencianmu kepada suatu kaum membuat mu berlaku tidak adil..berbuat adillah krn itu dekat pd taqwa. (Qu'an).

Belajar dari Keluhuran Adab Imam Syafii dan Imam Ahmad

Jumat, Juni 28, 2013

Belajar dari Keluhuran Adab Imam Syafii dan Imam Ahmad | by @SalimAFillah

Salim A Fillah



1) Satu hari di Baghdad; Imam Ahmad mengungkapkan pada Asy Syafi'i keinginannya bersafar lagi ke Yaman tuk mendengar hadits 'Abdurrazaq.

2) Adalah beliau dulu pernah melakukannya pada suatu musim haji bersama Yahya ibn Ma'in. Kala itu, di Makkah mereka bertemu 'Abdurrazaq.

3) Yahya berkata, "Kita tak perlu ke Yaman, penulis kitab Mushannaf ada di sini. Kita minta saja dia mengimlakkan haditsnya pada kita."

4) Maka Imam Ahmad menyahut, "Demi Allah, ilmu yang berkah tidak diperoleh dengan cara itu. Akan kususul beliau ke Shan'a seusai haji."

4) Dengan bekal menipis, Ahmad sendirian berangkat ke Yaman. Bagi beliau, kurang Adab jika mendahului atau membersamai Imam 'Abdurrazaq.

5) Di Shan'a, untuk menyambung hidup, Ahmad bekerja serabutan pada siang hari. Barulah malamnya dia dapat bermajelis menyimak hadits.

6) Imam 'Abdurrazaq yang tahu keutamaan & ketekunan Ahmad belajar hadits, segera berupaya membantu. Tapi aneka pemberian beliau ditolak.

7) "Bukankah Malik membiayai murid-muridnya?", tegur beliau. "Sungguh menyimak ilmumu lebih aku sukai dari dunia seisinya", sahut Ahmad.

8) Nah, kali kedua ini, dapat dirasakan Imam Asy Syafi'i; tampaknya Ahmad menghadapi masalah yang sama; biaya. Belum juga dia berangkat.

9) Maka dengan kedudukannya yang mulia di sisi Harun Ar Rasyid; Imam Asy Syafi'i menulis surat agar Ahmad diangkat sebagai Qadhi Yaman.

10) Di masa muda, Asy Syafi'i juga pernah jadi Qadhi Yaman; yang keadilan & kecerdasannya masyhur hingga membuat banyak orang dengki.

11) Bahkan ianya berujung fitnah yang membuat Asy Syafi'i ditangkap & digelandang paksa jalan dalam belenggu dari Shan'a hingga Baghdad!

12) Maka dalam suratnya Imam Asy Syafi'i minta agar Ahmad dijamin aman dalam jabatannya & dibebaskan mengundurkan diri kapanpun dia mau.

13) Ini dilakukan Asy Syafi'i demi membantu supaya Ahmad bisa terbiayai ke Shan'a, berjumpa 'Abdurrazzaq, sekaligus mengamalkan ilmunya.

14) Inilah yang dapat dilakukan; sebab membantu dengan uang pribadi sedang tak mungkin; beliau juga 'miskin' karena wara' & dermawannya.

15) Begitu Ahmad tahu tentang surat ini, dengan wajah masam didatanginya Imam Asy Syafi'i, "Abu 'Abdullah, demi Allah andai bukan Anda..

16) ..yang melakukannya, pasti aku bersumpah untuk tak lagi menemui dia selamanya. Demi Allah, aku tidak mau ke Yaman dengan cara ini."

17) Maka Asy Syafi'i pun memohon maaf & memeluk murid yang dibanggakannya. Kelak saat meninggalkan Baghdad menuju Mesir beliau bersyair.

18) "Aku pergi dari Baghdad & tiada kutinggalkan di sana seorang yang lebih 'alim, faqih, zuhud, & wara'; daripada Ahmad ibn Hanbal."

19) Dari mereka kita merunduk malu menyimak jalan ilmu; ada tekun, ada Adab, ada perhatian, ada hormat, ada hati-hati, ada pengertian.

20) Rahimahuma wa rahimanaLlah, semoga Allah sayangi mereka & kita; rasukkan keteladanan keduanya dalam jiwa; kumpulkan kelak di surga:)



*https://twitter.com/salimafillah

Doa Kita untuk Mereka

Doa Kita untuk Mereka

Dwi Budiyanto
Jogja

“Sejak dulu kami menyepakati,” demikian tulis Imam Ahmad ibn Hambal, “jika seseorang menghina saudara mukminnya atas suatu dosa, dia takkan mati sampai Allah mengujinya dengan dosa yang semisal dengannya.”

Tidak menghina orang baik itu perkara yang wajar adanya. Akan tetapi, tidak menghina mereka yang (sedang) tergelincir dosa butuh kesungguhan juga. Ini bukan pekerjaan sederhana. Betapa sering kita memperolok orang lain yang sedang terpeleset dan berperkara. Mengejek mereka sambil memicingkan sebelah mata. Alih-alih menginstrospeksi diri, kita malah menyibukkan diri untuk menjadikan mereka yang tergelincir dalam kekhilafan sebagai bahan gunjingan. Maka, sekali lagi, betapa sering kita dengan sikap jumawa mempertanyakan, “Kok bisa dia berbuat sekerdil itu?” Seakan kita merasa sangat yakin bahwa kita akan mampu melampaui ujian serupa. Sungguh, hanya kepada Allah kita memohon pada Allah agar mengistiqamahkan hati kita dalam ketaatan kepada-Nya.

Ketika seseorang menghina saudaranya yang tergelincir kesalahan, pada saat bersamaan ia sedang menggelincirkan diri pada kesalahan yang bersebab kesombongan. Jumawa bahwa dirinya lebih baik. Sungguh perkataan Sufyan bin Uyainah patut kita renungkan. “Siapa yang kemaksiatannya terletak pada syahwat, maka taubat bisa diharapkan darinya. Sebab Adam a.s. bermaksiat karena keinginan syahwat, ia bertaubat lalu diampuni. Sementara jika kemaksiatannya terletak pada kibr (kesombongan), maka aku khawatir is sebagai orang yang dilaknat. Iblis bermaksiat karena kesombongan karenanya ia dilaknat.” Begitulah yang terjadi, ketika seseorang menghina saudaranya yang tertimpa kesalahan, ia sendiri tidak menyadari bahwa penghinaan yang dilakukannya adalah kesalahan yang lebih parah. Apa yang diperoleh dari menghina? Pahala dari Allah berupa jaminan surgakah? Atau bertumpuknya keburukan dan kehinaan diri? Alangkah indah manakala kita bersibuk menelisik diri daripada menguliti saudara sendiri.

Suatu hari Sufyan bin Al-Hashin duduk berbincang dengan Iyas bin Mu’awiyah. Ketika melintas seorang anak muda, Sufyan menuturkan keburukan anak muda itu. Iyas bin Mu’awiyah lalu mencergahnya dan mengatakan, “Diamlah wahai Sufyan, apakah engkau pernah terlibat dalam pertempuran melawan Romawi?” Sufyan menjawab tidak pernah. Kembali Iyas bin Mu’awiyah bertanya pada Sufyan bin Al-Hashin. “Kalau begitu pernahkah engkau ikut dalam perang melawan pasukan Tatar?” Kembali Sufyan menjawab tidak sambil menggelengkan kepala. “Orang Romawi dan orang Tatar selamat dari keburukan lisanmu,” demikian kata Iyas bin Mu’awiyah, “tapi, seorang Muslim cedera karena lisanmu!” Sungguh ada banyak hal yang patut dibanahi dari diri kita hari-hari ini. Ketika media mempermudah jangkauan untuk mengetahui ruang-ruang pribadi seseorang, seringkali kita menjadi latah untuk mengomentari. Kita pun menjadi tak sadar sedang digiring ke arah tradisi pergunjingan yang tiada manfaat. Kita mendadak menjadi gampang mencela dan mudah dibuat kecewa pada hal-hal yang tidak terlalu penting. Betapa hal-hal demikian sangat menguras energi dan mudah membelokkan orientasi; dari semangat beramal ke arah hasrat pergunjingan. Na’udzubiLlahi min dzalik.

Alangkah menusuk nasihat Ibnu Athaillah As-Sakandary. “Betapa banyak kemaksiatan yang mewariskan rasa hina dan rendah di hadapan Allah ta’ala,” tuturnya. Beliau lalu melanjutkan, “Sungguh, itu lebih baik dari ketaatan yang mewariskan sikap merasa mulia dan sombong.” Begitulah kearifan sikap dinasihatkan pada kita. Agama ini melarang seseorang untuk mencaci dan menghina orang yang melakukan kesalahan. Pada yang berdosa saja kita tak boleh mencelanya, apalagi pada mereka yang kesalahannya belum diputuskan benar tidaknya. Puncak tertinggi dari masyarakat Muslim adalah menegakkan hukum sesuai yang dituntukan Allah, dan bukan menyibukkannya dengan cacian dan hinaan.

Bukankah kita tak mengetahui jalan cerita kehidupan seseorang? Bukankah telah bertabur banyak tauladan, mereka yang pernah tergelincir dalam kekhilafan, ternyata mampu menuntaskan kehidupannya dalam kebaikan. Yunus pernah terjerat khilaf. Ketika ia berdakwah di Ninawa dan yang ia temukan hanyalah pembangkangan. Hilanglah sabarnya. Ia pergi meninggalkan Ninawa sebelum diperintakan-Nya. Sang Nabi ‘mutung’. Lalu, ia ditelan ikan. Setelahnya ia menginsyafi seluruh kesalahannya dengan doa (Qs. al-Anbiyaa’ [21]: 87). Ia tak lagi dalam hina. Yunus bertabur kemuliaan. Kisah hidupnya menjadi teladan, maka Quran mengisahkan.
Sungguh, tak akan terhina orang yang dimuliakan Allah karena taubatnya setelah khilaf. Tak akan mulia orang yang dihinakan Allah bersebab jumawa yang ditempuhnya dalam taat.

Pada mereka yang keluarganya sedang didera ujian, doakan semoga lekas terurai masalah. Jangan memperolok dan menghinakannya. Kita tak berharap ujian serupa ditimpakan atas diri kita. Begitu pula pada mereka yang gagal menghadapi ujian kehidupan dari Allah, kita panjatkan doa agar Allah menyayangi mereka yang berusaha memperbaiki diri. Berdoa pula agar kita istiqamah dalam ketaatan kepada-Nya, lalu menuntaskan tugas hidup kita dengan khusnul khatimah. []


*Penulis: @dwiboediyanto on twitter

Bedah Dakwaan Kasus LHI: "Peluang Besar LHI Bebas Murni" Bag II

Kamis, Juni 27, 2013

 Bedah Dakwaan Kasus LHI: "Peluang Besar LHI Bebas Murni" Bag II
"MEMBEDAH DAKWAAN LHI"



by @ainulsyamsu
Founder & Senior Partner of Syamsu Hamid & Partners: Attorneys and Counsellors at Law
Anggota Majelis Hukum & HAM PP Muhammadiyah

  • Setelah membaca twit Bu @eli_dwina tentang dakwaan LHI, saya jadi bertanya2 kemana arah dari dakwaan itu?
  • (@eli_dwina: Memaksimalkan ancaman pidana. )
  • Hukum pidana seperti mundur ke belakang ya karena berorientasi kepada pidana berat saja...
  • (@eli_dwina: Kan declare-nya: "Miskinkan koruptor, bukan berantas korupsi utk keadilan")
  • Sedih ya Bu @eli_dwina karena melanggar asas proporsional dan melampaui batas kesalahannya...
  • (@eli_dwina: Saya berusaha mencari jawabnya juga, pak… @ainulsyamsu: Sedih ya, karena melanggar asas proporsional dan melampaui batas kesalahannya...”)
  • Apakah hanya LHI dan AF yang target dari dakwaan tersebut ataukah juga akan melibatkan pejabat Kementan?
  • Jika hanya LHI dan AF, kenapa peran LHI yang begitu kecil bisa dijadikan sandaran dakwaan PU?
  • Secara umum, pasal TPK yang didakwakan mensyaratkan status sbg penyelenggara negara dg kewenangannya, baik disalahgunakan maupun tidak...
  • Meski tidak disalahgunakan, keterkaitan antara status sebagai penyelenggara negara & kewenangannya harus tetap ada bahkan menjadi keharusan
  • Contoh sederhana pasal 11 itu adalah seorang polisi yang menerima duit untuk tertibkan lalu lintas..
  • Meski kewenangan dan kewajiban dilaksanakan, itu tetap keliru dan memenuhi rumusan delik Pasal 11 karena...
  • Statusnya sebagai polisi berhubungan dengan kewenangan, di mana ia menerima uang untuk itu. Jika tidak ada hubungan, maka bukan strafbaar...
  • Jadi yang menjadi catatan penting adalah hubungan status dg kewenangan.
  • Nah yang saya heran, hubungan status dengan kewenangan itu sama sekali tidak nampak dalam dakwaan (LHI)...
  • Bagaimana bisa nampak kalo yang bersangkutan saja tidak berwenang? Jadi hubungan status dan kewenangan ya mustahil...
  • Apalagi peristiwanya hanya "berjalan di tempat" karena selalu ditolak. Dan proses sebelum penolakan pun, LHI tidak punya peran suap...
  • (@kusuma_putri99: dalam dakwaan, pengajuan penambahan kuota ditolak kementan. Jd siapa penguasa penambahan kuota daging?)
  • nah itu, kenapa dua "penguasa" yang lain juga gak diproses? (menteri perdagangan + menkoperekonomian)
  • Sekali lagi jika pihaknya hanya LHI dan AF, maka sama sekali tidak strafbaar... Tapi kenapa fakta itu ttp digunakan dalam dakwaan??
  • Jika pihaknya adalah LHI+AF dan Kementan juga tidak terpenuhi. Kan ditolak beberapa kali...
  • Jika keduanya (Maksud saya dua konstruksi hukum) tidak terpenuhi, lantas apa sebenarnya tujuan dakwaan itu? Jangankan tindak pidana, percobaan pun tidak terpenuhi..
  • Percobaan itu harus penuhi 3 syarat: niat (subyektif), permulaan pelaksanaan yg secara obyektif dekat dg tujuan, perbuatan itu melawan hukum.
  • Nah dari konstruksi dakwaan PU ada nggak yang penuhi 3 syarat itu? Nggak ada. Lagi pula percobaan bukan tindak pidana asal.
  • Predicate crime itu delik selesai...
  • (@eli_dwina: Semoga hakimnya berani.)
  • Betul Bu. Sangat diharapkan.
  • Nah tentang dakwaan TPPU juga ada pertanyaan besar...
  • Sebelum ke TPPU, saya mau tanya: rapat, telponan itu melanggar hukum nggak? Nggaklah...
  • Nah fakta dalam dakwaan TPPU ini tidak berhubungan sama sekali dg TPK yg didakwakan dlm dakwaan I ... Aneh... *kening berkerut
  • Tujuan dakwaan kumulasi TPPU supaya keduanya dapat dibuktikan dalam rangkaian yg berkisambungan...
  • Keanehan hukum lainnya adalah bahwa TPPU didasarkan jabatan dan perolehan dana yang sah menurut hukum...
  • Sejak kapan jadi anggota DPR, nggak boleh? Dapat gaji anggota dewan, nggak boleh? Digaji partai, nggak boleh? Digaji LSM aja boleh kok..
  • Keanehan lain, bagaimana mungkin TPPU disandarkan kepada proses administratif, LHKPN? Gak sesuai LHKPN sudah pasti salah tanpa menelusuri ..
  • Tanpa menelusuri sumber perolehan dana sesungguhnya untuk pastikan melanggar hukum atau tidak...
  • Inilah efek buruk jika "hasil tindak pidana" tidak dibuktikan... Anda punya uang banyak dan ditaro di bank akan jadi tindak pidana.
  • Itulah pentingnya unsur "hasil tindak pidana" untuk membatasi agar orang yg berhak tidak terkena pasal TPPU...
  • (Dak I penambahan kuota sapi ditolak, tidak terjadi. Dak II asal uang disangkakan dari gaji DPR dan gaji partai.)
  • Kesimpulannya: Dakwaan I (Suap) rusak. Dakwaan II (TPPU) lebih rusak lagi...
  • Dakwaan TPPU lebih parah karena yg banyak dibahas adalah gaji DPR, gaji partai dan LHKPN....
  • (@IrwanDion: jika PU (Penuntut Umum) tidak dapat membuktikan secara sah dan meyakinkan hanya mendakwa patut diduga atau diketahui, gimana mas?)
  • Tidak bisa buktikan: bebas.
  • Dakwaan bukanlah kebenenaran hukum, tetapi hanya kebenaran informatif versi PU, sebagaimana pleidoi bagi Penasihat Hukum...
  • Kebenaran informatif akan dipilah dan dibuktikan untuk mencapai kebenaran hukum berdasarkan putusan pengadilan...
  • Oleh karena itu, peradilan tidak hanya "mencari kebenaran" tetapi harus "menentukan kebenaran" diantara kebenaran subyektif lainnya...


_____
Untuk berdiskusi dengan dua narasumber diatas silakan folow dan pantengin TL twiter Bu @Eli_Dwina dan Pak @ainulsyamsu

Bedah Dakwaan Kasus LHI: "Peluang Besar LHI Bebas Murni" Bag I

Bedah Dakwaan Kasus LHI: "Peluang Besar LHI Bebas Murni" Bag I

"PEMAPARAN DAKWAAN"


by @Eli_Dwina

Tentang Yudi Setiawan...
  
Disebutkan bhw Yudi Setiawan itu bla... bla.. bla... Gitu ya?
  
Begini. Faktanya nama Yudi Setiawan tidak masuk ke dalam Dakwaan LHI. Nama ini masuk dlm Dakwaan ke-2 utk AF.
  
Menarik memang. Dlm kasus LHI-AF ini, keduanya didakwa dg 2 Dakwaan: Tipikor (Tindak Pidana Korupsi/TPK) & TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang), dimana Dak-TPK berbentuk alternatif dg 3 lapis pasal.
  
Utk Dakwaan TPK, LHI-AF didakwa bersama-sama/turut serta dg penuntutan dilakukan terpisah. Sidang di hari sama. Irit. Hihi..
  
Dakwaan-TPK LHI-AF, terkait dg menerima hadiah/janji pdhl patut diduga berkaitan dg jabatan. Jelas ya, gak ada kaitaninflasi daging, hihi..
  
Sekarang kita masuk ke konstruksi yg disusun dalam Dakwaan.
  
  • 1. PU mengkonstruksi bhw LHI-AF saling kenal dan bersahabat sejak 1985 di Arab. Pernah mendirikan PT bersama.  
  • 2. PT yg didirikan LHI-AF, tidak aktif sejak 2005. Th 2007-2009, AF malah tdk di Indonesia krn dihukum di luar negri. 
  • 3. PU "tiba-tiba" mengkonstruksi bhw AF memdampingi LHI di berbagai kegiatan dan disebutkan sbg orang kepercayaan LHI.
  • 4. Ini penting: 5 Okt 2011, di Grand Hyatt, Elda melakukan pertemuan dg Maria Elizabeth membahas upaya penambahan kuota impor daging sapi.
  • Terkait angka 4 tadi, jelas kan siapa yg berinisiatif menambah kuota impor? Nah, yg satu masih saksi, satunya sudah TSK.
  • 5. Selanjutnya, Nov 2012, Elda mempertemukan Maria dg AF di Angus Steak. Di situ, Maria menyampaikan permintaan bantuan.
  • 6. AF mengarahkan Maria utk membuat surat permohanan yg ditujukan ke Mentan, yg prosesnya akan dipantau AF.
  • 7. Tgl 8 Nov 2012, Indoguna mengajukan permohonan ke Mentan utk penambahan kuota 500 ton. Hasilnya: Ditolak! 
  • 8. Krn penolakan ini, AF minta ke Elda agar Maria kembali mengajukan permohonan kuota dg mengikutsertakan 3 anak perusahaannya.
  • 9. Tgl 27 Nov 2013, Indoguna dan 3 anak perusahaannya, mengajukan kembali ke Mentan utk penambahan kuota impor 5.150 ton.
  • 10. Apa hasil pengajuan kedua ini? Sama. Ditolak juga...
  • 11. Krn penolakan kedua ini, AF, Elda dan Maria bertemu membahas pengajuan kembali. Kali ini lebih besar, 8000 ton.
  • 12. Tgl 18 Des 2012, Maria memerintahkan Juard selalu Direktur Indoguna dan Ketua Aspidi mengajukan 5 surat permohonan penambahan kuota.
  • Betul. Maaf, typo. “@Kasimjr: 2012 "@eli_dwina: 9. Tgl 27 Nov 2013, Indoguna dan 3 anak perusahaannya, mengajukan kembali ke Mentan
  • 13. Ke-5 surat permohonan diajukan ke Kementan. Lalu, Maria perintahkan Juard buat surat atas nama Aspidi ditujukan ke Menko Perekonomian.
  • 14. Saat itu, belum ada SK Menko Perekonomian penetapan penambahan kuota impor. Jelas kan, siapa yg menetapkan kuota impor daging?
  • Tambahan utk poin 13-14, pd sidang Juard, terungkap bhw yg menyuruh membuat surat permohonan ke Menko Perekonomian adlh Elda.
  • 15. Utk meloloskan permohonan, AF minta LHI bertemu Maria dan Elda. LHI mengarahkan Maria utk menyiapkan data sbg bahan diskusi.
  • Tidak ada penambahan apapun. “@IrwanDion: @eli_dwina jadi kuota untuk indoguna bertambah berapa?”
  • Baik, dilanjutkan ya. Oh ya.. Ini dakwaan lho. Asli. Sesuai yg dibacakan PU di sidang LHI dan AF utk Dak pertama.
  • 16. Tg 28 Des 2012, AF kembali melakukan pertemuan dg Maria dan Elda. Di situ AF berjanji akan membantu pengurusab penambahan kuota.
  • 17. Tgl 8 Jan 2013, AF menelepon Zaky, minta supaya LHI diberitahu bhw info de Elda, Indoguna sudah memasukkan permohonan.
  • 18. Tgl 9 Jan 2013, AF menelepon LHI menanyakan rencana mempertemukan Mariandg Mentan.
  • 19. LHI minta kpd AF agar Maria menyiapkan data yg meyakinkan Menteri bhw data BPS tidak benar.
  • 20. LHI kemudian memberitahu AF akan adanya acara di Medan, tgl 11 Jan 2013. Maria juga diberitahu bhw ada Mentan dlm acara itu.
  • 21. AF meminta kpd Elda biaya transportasi dan akomodasi, yg kemudian oleh Elda dimintakan ke Maria.
  • 22. Tgl 10 Jan 2013, LHI menghadirk tu tokoh di Medan. Termasuk di acara itu hadir Mentan.
  • 23. AF, Elda, Maria menginap di Aryaduta, Medan. Maria kemudian menitipkan data itu ke Soewarso.
  • 24. Thl 11 Jan 2013, dilakukan pertuan di Aryaduta, hadir LHI, Mentan, AF, Maria dan Suwarso.
  • 25. LHI menyampaikan pd Mentan bhw Maria akan menyampaikan data terkait krisis daging sapi yg menyebabkan harga tinggi.
  • 26. Suswono memanggapi paparan Maria dg menyatakan data itu tidak valid. Suswonointa dilakukan uji publik.
  • 27. Maria juga menyampaikan pd Suswono bhw telah terjadi jual-beli Surat Persetujuan Impor (SPI).
  • 28. Suswono langsung minta agar Maria menyerahkan data perusahaan yg melakukan jual-beli SPI itu.
  • 29. Selanjutnya, Elda dan Maria bertemu dg Suharyono, Kepala PPVTPP Kementan utk minta data Rekapitulasi Permohonan Penerbitan (RPP)...
  • 30. ... terkait perusahaan yg melakukan praktik jual-beli SPI.
  •   
  • 31. Melalui Achdiat Basari, data itu diserahkan ke LHI berikut surat permohonan dr Indoguna.
  •   
  • 32. Tgl 18 Jan 2013, LHI menyampaikan akan menemui Suswono, dan bertanya ttg perusahaan yg ditandai lingkaran merah.
  • 33. AF menghubungi Elda dan menanyakan maksud lingkaran merah itu. Dijawab bhw itu tanda importir seperti yg pernah diceritakan.
  • 34. Tgl 28 Jan 2013, AF melakukan pertemuan dg Maria dan Juard di Sency. AF minta Maria mewujudkan komitmennya utk pengurusan itu.
  • 35. Tgl 29 Jan 2013, AF menemui Juard dan Arya Abdi di kantor Indoguna dan menerima uang Rp 1 M yg disimpan di mobil.
  • 36. Selanjutnya AF ke Hotel Le Meridien bertemu dg Mhr. Mobil ada di tempat parkir.
  • 37. Pada saat itulah AF ditangkap...
  • 38. Pada hari yg sama, LHI menghubungi Rozi utk meminta data update ttg kebutuhan impor pada Elda dan memberikan pd Soewarso.
  • 39. Setelah itu, LHI diperiksa dan langsung ditahan.
  
Ini konstruksi Dakwaan Kesatu utk LHI dan AF, yg disusun dg model alternatif menggunakan tiga pasal berlapis utk LHI.
  
Selanjutnya, Dakwaan Kedua terkait dg TPPU (Pencucian Uang)...
  
Tapi, banyak banget deh... Hihihi...
  
Emmm, cuma karena ada Pak @ainulsyamsu, saya tulis konstruksi awalnya saja ya, Pak...
  
  • 1. Dakwaan Kedua utk TPPU, dikonstruksi dari masa LHI menjabat sbg pejabat negara, yaitu September 2004-Oktober 2009.  
  • 2. Bhw LHI sbg org dinilai telah melakukan beberapa perbuatan yg harus dipandang sbg perbuatan berdiri sendiri...
  • 3.... sehingga merupakan kejahatan, yg dengan sengaja menempatkan, memtransfer, membayar/membelanjakan, menghibahkan..
  • 4... menitipkan harta kekayaan yg diketahuinya atau patut diduga merupakan Tipikor, baik atas namanya atau pihak lain.
  • 5. Berdasarkan Berita Negara th 2003, diketahui bhw LHI sbg anggota DPR memiliki harta Rp 300 jutaan.  
  • Sudah dibacakan di sidang terbuka. “@TavipGanefo: Dakwaan ini termasuk dokumen terbuka untuk publik bukan? @febridiansyah” 
  • 6. Juga harta tidak bergerak, harta bergerak, Giro dan setara kas, piutan dan hutang.
  • 7. Disebutkan juga ttg sumber penghasilan sbg anggota DPR dan tunjangan sbg Presiden partai.
  • 8. Nah, konstruksi TPPU disusun dari adanya transaksi pd Maret 2007-Desember 2008, dlm bentuk pembelian mobil dan tanah...  
  • 9... yg kemudian diserahkan kpd orang lain. Dimana, nilai transaksi tidak tercatat dlm LHKPN.
  • 10. Daei transaksi2 tsb, LHI diketahui atau patut diduga sbg hasil tindak pidana korupsi berkaitan dg tugas dan jabatannya sbg anggota DPR.
  
Untuk TPPU-nya segitu saja. Karena soal transaksi, nanti di persidangan saja.