Wakaf Quran
News Update :

Entri Populer

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan

3 Cara Terbaik Memburu Lailatul Qadar

Jumat, Agustus 02, 2013

3 Cara Terbaik Memburu Lailatul Qadar

Lailatul qadar adalah malam yang sangat dirindukan oleh seluruh umat Islam. Sebab keutamaannya, malam itu lebih baik dari seribu bulan. "Khairun min alfi syahr," firman Allah di dalam surat Al Qadr. Tidak heran jika banyak umat Islam yang memburu lailatul qadar.

Kepastian lailatul qadar turun pada tanggal berapa, apakah tanggalnya tetap setiap tahun atau berganti-ganti, menjadi misteri tersendiri yang membuat umat Islam semestinya termotivasi untuk mendapatinya, meski tidak bisa memastikannya.

Berikut ini 3 cara terbaik memburu lailatul qadar:

Cara terbaik 3:
Menghidupkan malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan dengan ibadah

Ada hadits yang menyebutkan bahwa lailatul qadar (pernah) terjadi pada malam ke-27, tetapi para ulama tidak memastikan bahwa lailatul qadar pasti jatuh pada tanggal itu di setiap tahun. Ulama Syafi'iyah berpendapat lailatul qadar terjadi pada malam ke-21. Mayoritas ulama meyakini, lailatul qadar jatuh pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Yakni malam 21, 23, 25, 27, atau 29.

Maka untuk "memburu" lailatul qadar, hidupkanlah malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan itu dengan memperbanyak ibadah. Lebih utama jika bisa menunaikan i'tikaf di malam-malam itu.

Cara terbaik 2:
Menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan ibadah

Meskipun mayoritas ulama berpendapat, sebagaimana hadits Rasulullah, bahwa lailatul qadar jatuh pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan, kenyataan hari ini memperlihatkan malam ganjil bagi sebagian umat Islam ternyata adalah malam genap bagi umat Islam yang lain. Contohnya saja di Indonesia yang saat ini terjadi perbedaan hari dimulainya Ramadhan yang kemudian secara otomatis membawa perbedaan kapan malam ganjil dan kapan malam genap. Karenanya, untuk "memburu" lailatul qadar, hidupkanlah sepuluh malam terakhir Ramadhan itu dengan memperbanyak ibadah. Lebih utama jika bisa menunaikan i'tikaf di sepuluh hari itu sebagaimana dicontohkan Rasulullah, istri beliau dan para sahabat beliau.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِنِّى أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ ، وَإِنِّى نُسِّيتُهَا ، وَإِنَّهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فِى وِتْرٍ
Sungguh aku diperlihatkan lailatul qadar, kemudian aku dilupakan –atau lupa- maka carilah ia di sepuluh malam terakhir, pada malam-malam yang ganjil. (Muttafaq alaih)

Mengomentari hadits tersebut, Syaikh Yusuf Qaradhawi berkata, "Malam-malam ganjil yang dimaksud dalam hadits di atas adalah malam ke-21, 23, 25, 27 dan 29. Bila masuknya Ramadhan berbeda-beda dari berbagai negara, sebagaimana yang kita saksikan sekarang, maka malam-malam ganjil di sebagian wilayah adalah malam genap di wilayah lain. Sehingga untuk hati-hati, carilah lailatul qadar ini di seluruh malam sepuluh terkahir Ramadhan."

Cara terbaik 1:
Menghidupkan seluruh malam Ramadhan dengan ibadah

Meskipun mayoritas ulama berpendapat bahwa lailatul qadar jatuh pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan, ada juga yang mengatakan kemungkinan terjadinya di malam lain di bulan Ramadhan. Jika demikian halnya, maka cara terbaik adalah menghidupkan seluruh malam Ramadhan dengan ibadah. Minimal, di penghujung malam (sepertiga malam terakhir) pada 20 hari pertama Ramadhan dan beriktikaf pada 10 malam terakhir Ramadhan. Mengapa untuk awal Ramadhan di sepertiga malam terakhir? Sebab seperti dijelaskan di surat Al Qadr, lailatul qadar terbentang hingga terbitnya fajar. Kapan mulainya kita tidak tahu, tetapi kapan akhirnya kita tahu: terbitnya fajar. Maka jika pun tak mendapat dari awal, kita tidak ketinggalan dari bagian akhirnya.

Cara terbaik inilah yang dipraktikkan oleh para ulama seperti Imam Syafi'i dan Imam Bukhari yang menghidupkan seluruh malam pada bulan Ramadhan hingga beliau bisa mengkhatamkan Al Qur'an setiap malam. Wallahu a'lam bish shawab. [Abu Nida]

Kajian Islam selama Bulan Ramadhan di Indosat

Selasa, Juli 09, 2013


Peristiwa-Peristiwa Besar Terjadi di Bulan Ramadhan

Peristiwa-Peristiwa Besar Terjadi di Bulan Ramadhan

ENTAH sudah berapa kali bulan Ramadhan kita jalani. Di bulan ini sejarah telah mencatat pelbagai peristiwa untuk dikenang. Berikut sebagian dari peristiwa-peristiwa itu:

  • Di bulan Ramadhan Alquran  diturunkan dengan turunnya ayat yang pertama sehingga yang kelima Surah Alalaq kepada Rasulullah saw. Karena ini pula  Ramadhan disebut juga bulan Alquran, bulan untuk membaca Alquran sebanyak-banyaknya.
  • Pada Ramadhan tahun kedua Hijriyah, terjadi peperangan Badar al-Kubra. Peperangan ini dimenangi oleh Islam dan inilah kemenagan agung pertama pejuang-pejuang Islam menentang kemusyrikan dan kebatilan.
  • Pada Ramadhan tahun kedua Hijriyah pula zakat fitrah mulai disyariatkan.
  • Di bulan ini tahun kelima Hijriyah, para pejuang Islam membuat persiapan untuk menghadapi musuh di Khandaq. Peperangannya sendiri terjadi pada bulan Syawal-nya.  Umat Islam kembali menang gemilang.
  • Pada 21 Hijriyah Ramadhan tahun kedelapan Hijriyah, kota suci Makkah ditaklukan. Pada mulanya Rasulullah bersama-sama para sahabat meninggalkan Madinah menuju Makkah pada 10 Ramadhan dalam keadaan berpuasa. Ketika  sampai di al-Kadid, Rasullah berbuka karena bermusafir, kemudian pada 21 Ramadhan barulah Rasulullah memasuki kota Makkah.
  • Pada bulan Ramadhan tahun yang sama Rasulullah mengutus beberapa sahabat untuk menghancurkan berhala-berhala yang terkenal pada masa itu. Khalid bin al-Walid diutus merobohkan berhala al-‘Uza, Amr bin al-‘Ash merobohkan berhala Suwa’ dan Sa’d bin Zaid al-Asyhali merobohkan berhala al-Manat.
  • Pada Ramadhan tahun kesembilan Hijriyah  terjadi peristiwa peperangan Tabuk dan Rasulullah kembali pulang dari peperangan pada bulan itu juga.
  • Di bulan Ramadhan tahun yang sama rombongan dari kota Taif tiba di Madinah. Rombongan ini memeluk agama Islam di hadapan Rasulullahdan mereka turut berpuasa bersama umat Islam di Madinah.
  • Pada Ramadhan bulan dan tahun yang sama rombongan Raja Himyar tiba di Madinah untuk masuk Islam mereka. Mereka menjadi tamu Rasulullah dan Rasulullah menuliskan beberapa panduan tentang hak dan kewajiban mereka. Catatan ini merupakan salah satu dokumen penting di dalam sejarah perundangan Islam.
  • Pada Ramadhan tahun kesepuluh hijriyah, Rasulullah mengutus rombongan yang diketuai ‘Ali bin Abu Talib ke negeri Yaman dengan membawa surat Rasulullah untuk penduduk Yaman, yaitu suku Hamdan yang kesemuanya kemudian memeluk Islam dalam satu hari! Subhanallah!
  • Pada Ramadhan tahun 53 Hijriyah pejuang Arab Islam menaklukkan pulau Rudes.
  • Pada Ramadhan tahun 91 Hijriyah pejuang Islam mula mendarat di Selatan Andalus.
  • Pada Ramadhan tahun 92 Hijriyah ketua pejuang Islam Tariq bin Ziyad mengalahkan Raja Rodrik di dalam satu peperangan sengit.
  • Pada Ramadhan tahun 129 Hijriyah mula muncul di Khurasan pendukung Kerajaan Bani Abbas dilantik sebagai khalifah al-‘Abbasiyyah yang pertama.
  •  Pada bulan Ramadhan tahun 132 Hijriyah berakhir sudah pemerintahan Bani Umaiyyah dan pada masa yang sama Abu al ‘Abbas dilantik sebagai khalifah al-‘Abbasiyyah yang pertama.
  • Pada bulan Ramadhan tahun 361 Hijriyah al-Jami’ah  al-Azhar selesai dibina untuk bisa berbicara dan mengajarkan ilmu-ilmu Arab dan syara’.
  • Pada Ramadhan tahun 584 Hijriyah Salahuddin al-Ayyubi dapat kaum Salib dan  membebaskan semula sebahagian besar negeri yang pernah dikuasai oleh pihak kaum Salib (Kristian).
  • Pada tahun 658 Hijriyah Kerajaan Mamalik mengalahkan dan membendung serbuan tentara Tartar di ‘Ain Jalud. Tentara ini bermaksud menguasai seluruh negeri Islam, memasuki Mesir dan negeri-negeri lainnya melalui Mesir.

Inilah Cara Menghindari Bau Mulut Saat Puasa

Inilah Cara Menghindari Bau Mulut Saat Puasa

PUASA di bulan Ramadhan adalah kewajiban bagi umat Islam. Selama sebulan penuh umat Islam menahan dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Puasa bagi sebagian orang kerap membawa masalah. Salah satunya adalah bau mulut berlebih. Padahal Allah SWT telah menjanjikan bahwa bau mulut orang yang berpuasa adalah lebih wangi dari minyak kesturi.

Sebenarnya, bau mulut dengan aroma yang tidak sedap selama puasa adalah hal biasa, karena perut tidak mendapatkan asupan makanan atau minuman. Namun bagi sebagian orang, hal ini menjadi suatu persoalan, karena bisa mengurangi rasa percaya diri. Berikut adalah beberapa tips yang dikutip dari medicastore.com bagi Anda yang ingin menghilangkan bau mulut berlebih saat berpuasa :

  • Hindari menyantap hidangan yang beraroma ‘tajam’ seperti petai, jengkol, atau bawang mentah pada saat bersantap sahur.
  • Selesai makan sahur, minum air putih banyak-banyak.
  • Menggosok gigi dan menyikat lidah setelah makan dan menjelang tidur. Permukaan lidah yang tak rata memungkinkan adanya sisa makanan tersangkut di sana.
  • Berkumur dengan larutan khusus (antiseptik) untuk menghilangkan bau mulut.
  • Di lingkungan keluarga Arab ada kebiasan mengunyah sejumput adas manis sehabis makan. Setelah dikunyah dan disisip airnya, ampasnya dibuang. Aroma adas manis yang harumnya mirip aroma obat batuk benar-benar ‘pencuci mulut’ yang bisa diandalkan saat puasa.
  • Sahur dengan menu sayuran tumis atau sayur bening dan ditutup dengan semangkuk buah segar.
  • Air rebusan daun sirih dapat digunakan untuk berkumur setelah makan sahur. Air rebusan sirih berfungsi sebagai antibakteri penyebab bau mulut.

Demikian beberapa tips yang bisa Anda coba saat menjalankan ibadah puasa. Marhaban ya Ramadhan

Meski Mengungsi, Warga Aceh Antusias Sambut Ramadhan

Meski Mengungsi, Warga Aceh Antusias Sambut Ramadhan

MESKI dalam keadaan darurat, pengungsi korban gempa di Desa Jalu, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah antusias menyambut bulan Ramadhan 1434 Hijriyah. Hal tersebut dari semangat mereka merenovasi Masjid Baitul Hakim di Desa Ketol yang sempat rusak berat akibat gempa.

“Alhamdulillah masjid sudah siap untuk digunakan salat tarawih berjamaah nanti malam. Bersama DMC (Disaster Management Center), warga bergotong royong merenovasi. Mereka bersemangat sambut Ramadhan,” ungkap Asep Beny, Manager Respon DMC Dompet Dhuafa, Selasa, (9/7).

Selain Masjid Baitul Hakim, terang Asep, DMC turut membangun empat masjid darurat di Aceh Tengah. Pembangunan masjid darurat diharapkan dapat memudahkan para pengungsi beribadah saat bulan Ramadhan.

“Selama bulan Ramadhan ini kami juga menyediakan sahur dan buka untuk para pengungsi. Untuk logistik, insyaallah para pengungsi tidak akan kekurangan,” katanya.

MUI Pantau Tayangan Ramadhan di TV

MUI Pantau Tayangan Ramadhan di TV

KETUA Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma`ruf Amin mengatakan pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap stasiun televisi dan radio selama bulan suci Ramadhan.

“MUI akan melakukan pemantauan terhadap tayangan televisi dan radio. Kemudian akan diberi nilai,” ujar Ma`ruf dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 8 Juli 2013.

Pemantauan tersebut, lanjut dia, sebagai salah satu bentuk tanggung jawab ulama dalam mengawal dan menjaga akhlak bangsa.

Dia menyampaikan bahwa MUI memberikan apresiasi kepada stasiun televisi dan radio yang telah mengisi siaran Ramadhan yang sesuai dengan nilai akhlakul kharimah atau akhlak yang baik sehingga tercipta situasi Ramadahn yang khusyuk dan khidmat.

“MUI tetap mengharapkan agar media massa tidak menyiarkan tayangan yang bermuatan ramalan, kekerasan, lawakan berlebihan, serta cara berpakaian yang tidak sesuai dengan akhlakul kharimah,” kata Ma`ruf Amin menegaskan.

MUI juga menyerukan kepada masyarakat untuk meningkatkan ibadah dan amal saleh.

“Untuk seluruh organisasi atau lembaga Islam khususnya lembaga pendidikan untuk mengisi Ramadhan agar lebih bermakna dengan melakukan pengayaan nilai dan program keutamaan seperti tadarus Al Quran, pesantren kilat, kursus keagamaan dan lainnya,” kata Ma`ruf Amin.

Benarkah Tidur Siang Hari Berpahala ?

Umat Islam diharapkan tidak menghabiskan waktunya untuk tidur dan bermalas-malasan saat Ramadhan.

Sekretaris Jenderal Hidayatullah Abu A’la Abdullah menekankan, kadangkala ada seseorang yang kurang tepat dalam menafsirkan hadis terkait tidurnya seseorang yang berpuasa.

Karena salah mengartikannya, sehingga tidak jarang ada orang yang menjalani puasa dengan cara menambah jam tidurnya di siang hari.

Kondisi itu, dinilai Abu, sebagai bentuk kekurangpahaman seseorang dalam menjalani ibadah puasa. Ia meluruskan, tidur yang bermanfaat bagi seseorang itu adalah ketika sedang merasa lelah akibat bekerja terlalu keras.

Karena kecapaian, ia akhirnya tertidur pulas karena berketetapan menjalankan puasa. “Jadi, bukan tidur yang diniatkan. Selama bisa menjaga pola istirahat, aktivitas selama puasa tidak ada masalah,” ujar Abu.

Sebenarnya, ada satu ibadah yang bisa dijalankan seorang Muslim, yaitu menegakkan amar makruf nahi munkar. Contohnya, memerangi bentuk kemaksiatan di tempat hiburan malam.

Akan tetapi, kata dia, tugas itu di luar jangkauannya dan lebih baik diserahkan pada aparat keamanan untuk menindaknya. Sehingga, kata dia, Umat Islam lebih baik fokus untuk mengamalkan ibadah yang bisa ditunaikannya saja demi meningkatkan kualitas iman di dalam diri.

Pendiri Pondok Pesantren Darul Quran Ustaz Yusuf Mansyur mengimbau, setiap kaum Muslim untuk bisa memaksimalkan setiap waktu di bulan Ramadhan.

Segala bentuk kemalasan yang muncul dari dalam diri harus dilawan. Untuk bisa melakukan itu semua, Yusuf mengingatkan, agar sejak awal setiap orang mempersiapkan niat untuk dapat meningkatkan ibadah di bulan suci ini. “Persiapan niat, ilmu, dan doa.”

 Ia mengatakan, Ramadhan jangan diisi dengan kegiatan hura-hura. Sebaiknya, mendekatkan diri kepada Sang Pencipta menjadi pilihan terbaik.

Bekerja keras selama Ramadhan juga tidak bisa diremehkan karena termasuk amalan yang sesuai dengan perintah agama. “Ramadhan diisi dengan mengaji, baca Alquran, zikir, dan muhasabah. Belajar, bekerja, dan berusaha juga penting karena termasuk ibadah,” ujar Yusuf.

Program Masjid At-Tin Selama Bulan Ramadhan

Pada Bulan Ramadhan 1434 H ini, Masjid Agung At-Tin memiliki satu program baru. Program tersebut adalah Bimbingan Membaca Alquran. Akan tetapi, program ini tidak gratis.

"Program yang baru yaitu Bimbingan Membaca Alquran. Program ini tidak gratis atau pesertanya bayar" ujar H. Wahyudi selaku Ketua Panitia Ramadhan Masjid At-Tin saat ditemui ROL di Masjid At Tin, Jakarta,  Kamis (4/7).

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan semangat belajar para jemaah yang mengikuti program ini. Tahun lalu, program seperti ini hanya berupa kegiatan Tadarrus bersama sehingga pesertanya kurang terikat.

"Menurut kami program yang demikian kurang efektif karena pesertanya tidak terikat. Siapapun yang ingin mengaji, memperdalam bacaan Al-Qur'an agar lebih lancar terutama Tajwidnya, bisa ikut ninmbrung" tutur H. Wahyudi.

Nantinya, pelaksanaan program ini akan dibagi dua gelombang. Gelombang pertama akan dilaksanakan pada 1 Ramadhan hingga 15 Ramadhan dan gelombang kedua, 6 Ramadhan hingga 20 Ramadhan. Waktunya pun akan dibagi dua, yaitu setelah Shalat Zuhur dan usai Shalat Ashar.

Dalam program ini, panitia membuka 3 tiga kelas, yaitu kelas dasar, kelas menengah, dan kelas Naghom. Kelas Naghom ini adalah kelas khusus untuk jemaah yang ingin mempelajari seni membaca Al-Qur'an. Panitia juga menyiapkan imam-imam Masjid Agung At-Tin utuk menjadi pembimbingnya.