Wakaf Quran
News Update :

Entri Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Bunda Putri Mengatakan 3000 Persen SBY Mengenal Dirinya

Kamis, Oktober 24, 2013

MESKIPUN dikabarkan diburu polisi dan intelijen, sosok misterius Bunda Putri tak lantas ‘gentar’. Jumat sore pekan lalu, SINDO Weekly mendapat kabar bahwa perempuan paruh baya yang diduga bernama Non Saputri itu menyambangi kantor Lumbung Informasi Rakyat atau LIRA di bilangan Tebet, Jakarta Selatan.

Lira berawal dari Blora Center, organisasi relawan pendukung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Pemilu 2004 yang didirikan Sudi Silalahi dan Jusuf Rizal. Lira kini mengklaim sebagai lembaga non-partisan.

Sejak 2010, Saputri menjadi penasihat lembaga swadaya itu. Selain sebagai penasihat, Saputri menjabat Ketua Lira Hijau, salah satu sayap organisasi. Salah seorang staf Lira sempat membantah keberadaan Saputri. Namun kemudian, Wakil Presiden Lira Bidang Polhukam, Imam Bogie Yudha Swara, mengakui Saputri sempat mampir di kantor itu selama dua jam sejak pukul 14.00 WIB. “Dia datang untuk pertemuan biasa saja. Dia memang orang Lira,” kata Imam.

Dipicu sebuah rekaman penyadapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), nama Non Saputri pun menjadi bahan pembicaraan orang seantero negeri, dari Istana hingga warung kopi. Rekaman penyadapan yang diputar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, beberapa waktu lalu, itu memperdengarkan percakapan tiga orang: Ridwan Hakim, anak Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin; Luthfi Hasan Ishaaq, mantan Presiden PKS, dan seseorang yang disapa “Bunda”.

Dalam percakapan itu, “Bunda” tampak sangat berpengaruh. Dia bisa mengotak-atik posisi seorang pejabat negara. “Nanti saya ngomong sama Pak Lurah. Benar apa yang kamu bilang tentang Haji Susu itu. Sudah babat saja. Bunda gituin aja. Aman,” kata “Bunda” dalam perbicangan dengan Luthfi melalui telefon genggam milik Ridwan. “Pak Lurah” dalam percakapan itu adalah panggilan yang biasa digunakan untuk menyebut Presiden Yudhoyono.

“Bunda Putri orang yang setahu saya sangat dekat dengan SBY. Dia sangat tahu informasi kebijakan reshuffle,” ujar Luthfi, terdakwa kasus suap impor sapi, saat didesak hakim tipikor untuk menjelaskan identitas lawan bicaranya dalam rekaman tersebut, Kamis dua pekan lalu.

Kesaksian Luthfi kontan membuat Yudhoyono gusar. Malam harinya, di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Presiden tegas membantah Luhtfi. “Seribu persen Luthfi bohong,” kata Yudhoyono yang baru saja pulang usai menghadiri KTT Asia Timur di Brunei Darussalam, “Itu 2.000 persen bohong,” tambah Presiden, kali ini soal kesaktian Bunda Putri memengaruhi kebijakan pemerintah.

Kepada SINDO Weekly, Imam Bogie menegaskan Bunda Putri adalah Non Saputri, koleganya di Lira. Penegasan Imam diperkuat oleh Hilmi Aminuddin, Ketua Majelis Syuro PKS, saat bersaksi dalam persidangan tipikor dengan terdakwa Luthfi. “Saya mengenal dia dengan nama Non Saputri.” Meski demikian, Imam tak menampik jika Saputri dan Sylvia (Sholehah -red) saling mengenal. “Kalau bicara jaringan mereka berdua, itu sudah pasti (saling mengenal),” kata Imam.

Sumber SINDO Weekly mengatakan, di antara semua pejabat tersebut, Saputri justru lebih dekat dengan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. Pada periode 2008-2010, Saputri bekeja sebagai Juru Bicara Petronas, perusahaan minyak negara milik Malaysia. Saputri bertugas melobi pejabat Indonesia karena Petronas berminat menanam modal di lapangan gas Natuna D-Alpha yang kemudian disebut Blok Natuna Timur. Kebetulan sebagai Menteri Sekretaris Negara, Hatta saat itu terlibat dalam negosiasi Blok Natuna. “Bunda Putri itu punya hubungan bisnis dengan Hatta. Sekarang yang ketar-ketir ya si rambut perak (Hatta Rajasa),” kata sumber itu.

Sumber itu juga mengatakan, Saputri datang ke Kantor Lira bukan untuk urusan yang biasa-biasa saja. Saputri menyesalkan Presiden Yudhoyono yang mengaku tidak mengenalnya. “Dia kecewa soal 1.000 dan 2.000 persen itu. Dia menyatakan 3.000 persen itu benar (Presiden mengenalnya).”

-SELENGKAPNYA: Baca SINDO Weekly edisi No. 34, Tahun II/2013, Terbit Kamis, 24 Oktober 2013.

_____
*sumber: http://news.okezone.com/read/2013/10/23/339/885447/bunda-putri-kecewa-karena-presiden-sby-tak-akui-kedekatan-dengan-dirinya

*http://forum.detik.com/bunda-putri-mengatakan-3000-persen-sby-mengenal-dirinya-t818246.html

KPK Didesak Segera Periksa Presiden SBY dan Ibas dalam Korupsi Hambalang

Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Sekjen Edhie Baskoro (Ibas). Pemeriksaan mereka ini untuk kasus dugaan korupsi Hambalang yang melilit Anas Urbaningrum.

Desakan itu dilayangkan ormas bentukan mantan Ketua Umum DPP Demokrat, karena KPK telah memeriksa Marzuki Alie dan memanggil Max Sopacua. Pemeriksaan mereka ini, terkait dengan aliran dana ke Kongres Demokrat di Bandung pada pertengahan 2010 lalu. Max merupakan Ketua Tim Sukses kandidat ketum saat itu, Marzuki Alie.

“Max Sopacua (diperiksa) bagus, karena dia Ketua Tim Sukses Marzuki Alie. Tetapi kalau mengenai kongres, semua harus dipanggil, termasuk Ibas dan SBY. Ini untuk mengetahui dana Kongres Demokrat di Bandung pada 2010 lalu,” kata pengurus DPP PPI, Carel Ticualu dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (23/10).

Carel yang juga anggota tim penasihat hukum Anas itu, menilai bahwa KPK harus segera memeriksa kliennya, baik sebagai saksi atau tersangka kasus  Hambalang. Apalagi, jika itu terkait dengan dugaan aliran dana ke kongres. Sebab, tim penyidik telah memeriksa Max, Marzuki, Choel Mallarangeng dan Tri Dianto. “Anas juga harus (diperiksa), kalau landasannya Nazaruddin,” tegasnya.

Terkait dengan penanganan kasus Hambalang, jelas Carel, KPK belum memeriksa Anas sebagai tersangka hingga kini. Hal itu pun dianggapnya menandakan bahwa KPK tidak cukup bukti untuk menyangkakan Anas menerima gratifikasi dari proyek Hambalang.

“Saya melihat unsur penetapan Anas sebagai tersangka itu, sangat lemah. Kami menantang KPK, kalau telah memiliki dua alat bukti segera limpahkan ke pengadilan. Kami siap saja, tetapi KPK yang sepertinya tidak siap, karena buktinya lemah,” katanya.

Seperti diketahui, Muhammad Nazaruddin yang juga mantan Bendahara Umum (Bendum) DPP Partai Demokrat, meyakini adanya aliran dana yang berasal dari proyek Hambalang ke Kongres Demokrat. Aliran dana itu berasal dari proyek yang ditangani sejumlah perusahaan di bawah Permai Grup, yang dikelola Nazaruddin bersama Anas. (suaranews)

BUKAN UMMAT KORBAN, TAPI PEQURBAN!

Kamis, September 26, 2013

BUKAN UMMAT KORBAN, TAPI PEQURBAN!

Oleh : Ustadz Ahmad Mudzoffar Jufri

Setelah berpisah dengan Idul Fitri yang baru saja berlalu, insyaa-allah sebentar lagi kita akan dipertemukan kembali dengan hari raya kedua di dalam Islam, yakni Idul Adha, yang jika menurut hasil hisab, baik di Indonesia maupun juga di Tanah Suci Mekkah (berdasarkan kalender Ummul Qura) insya-allah akan jatuh pada hari Selasa, 15 Oktober 2013. Itulah dua hari raya yang dimiliki oleh kaum muslimin. Jika Idul Fitri terkait dan tergantung pada rukun ibadah shaum Ramadhan, maka Idul Adha terkait dan tergantung pada rukun ibadah haji ke Baitullah di Tanah Suci. Salah satu hikmah yang bisa kita petik dibalik pengaitan kedua hari raya tersebut dengan kedua rukun Islam itu adalah agar penyambutan dan peringatan kedua hari kegembiraan islami itu tetap dalam nuansa ibadah yang penuh kekhusyukan, dan didasari oleh komitmen syar’i yang tinggi.

YAUMUN NAHR

Idul Adha adalah nama lain dari Yaumun-Nahr yang merupakan “harinya jamaah haji” yang bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijah ketika jamaah haji sampai di Mina – setelah malamnya mabit di Muzdalifah, dan sehari sebelumnya wuquf di Arafah – untuk melempar jumrah Aqabah, menyembelih hadyu dan bercukur. Dan Yaumun-Nahr berarti hari penyembelihan karena amalan yang paling utama dan menonjol pada hari istimewa itu adalah menyembelih udhiyah atau hewan qurban (dan juga hewan-hewan yang lainnya selain qurban bagi jamaah haji). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Tidak ada satu amal pun yang dilakukan seorang anak manusia pada Yaumun-Nahr yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah (hewan qurban yang disembelih). Maka berbahagialah kamu karenanya” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim dengan sanad yang shahih). Berdasarkan hadits tersebut, berqurban merupakan amalan yang paling istimewa yang tidak bisa digantikan oleh amalan-amalan lain pada hari istimewa itu, dan menyembelih udhiyah tetap lebih afdhal daripada bershadaqah yang senilai dengan harga hewan qurban, sebagaimana di-tarjih oleh banyak ulama seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan lain-lain. 

Oleh karena itu – dalam rangka menyambut ‘Iedul Adha – patutlah bagi setiap orang Islam yang mampu agar mengikhlaskan niat, menguatkan tekad hati dan mempersiapkan diri untuk memprioritaskan pelaksanaan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini yang sekaligus merupakan sunnah imam para muwahhidin (orang-orang yang mentauhidkan Allah), yakni Khalilullah Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah}.

IBADAH PERSEMBAHAN
Menyembelih udhiyah merupakan salah satu bentuk ibadah ritual yang hanya boleh dipersembahkan dan ditujukan dengan ikhlas kepada Allah semata. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Maka dirikanlan shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah (karena Tuhanmu pula)” (QS. Al-Kautsar [108]: 2). Dengan demikian prosesi menyembelih hewan qurban yang dilakukan sebagai ibadah ritual persembahan untuk Allah Ta’ala adalah salah satu bentuk representasi kemurnian iman dan tauhid seorang mukmin. Allah berfirman (yang artinya): “Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadah sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam; tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (kepada Allah)” (QS. Al-An’am [6]: 162). Dan sebaliknya memperuntukkan dan mempersembahkan sembelihan apapun kepada selain Allah adalah sebuah tindakan syirik yang dilaknat oleh Allah (lihat HR. Muslim). Dan memang penyembelihan hewan sebagai persembahan untuk selain Allah (yakni untuk berhala-berhala) merupakan salah satu bentuk ritual istimewa yang biasa dilakukan oleh orang-orang musyrik sepanjang sejarah. Sebagaimana ritual yang sama juga biasa dilakukan oleh para dukun dan penyihir sebagai bentuk persembahan kepada jin yang dimintai bantuan dalam aktivitas perdukunan dan penyihiran mereka. Atau itu juga biasa menjadi salah satu persyaratan yang mereka minta agar dilakukan oleh orang-orang yang mendatangi mereka untuk berbagai maksud dan tujuan, seperti pengobatan, perjodohan dan lain-lain. 
Apa yang sering kita dengar tentang adanya penanaman kepala kerbau, sapi, kambing atau yang lainnya dalam proses pembangunan rumah, jembatan dan proyek-proyek lainnya misalnya, hanyalah contoh dan bentuk lain dari ritual penyembelihan syirik tersebut. Kita juga tidak jarang mendengar adanya ritual mempersembahkan hewan-hewan tertentu dalam penanggulangan bencana-bencana alam yang banyak terjadi di Tanah Air. Mungkin juga ada yang melakukan hal semacam itu dalam upaya penanggulangan bencana lumpur Lapindo misalnya. Itu semua dan semacamnya adalah tindak kenaifan yang sangat tidak logis disamping merupakan penyimpangan akidah yang sangat memprihatinkan.

HIKMAH QURBAN

Sebagai persembahan untuk Allah, hewan qurban disyaratkan harus baik, sehat dan sempurna. Semakin baik dan sempurna hewan qurban seseorang, maka semakin baik dan sempurna pulalah nilai ibadah dan pahalanya di sisi Allah. Dan sebaliknya, tidak boleh atau tidak sah seseorang berqurban dengan hewan yang cacat dengan kecacatan yang nyata, seperti juling yang nyata, sakit yang nyata, pincang yang nyata, kurus yang nyata (lihat HR. Ahmad, Ash-habus Sunan dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh At-Tirmidzi), dan cacat-cacat sejenis lainnya. Dari sini kita mengambil pelajaran besar bahwa, apapun yang kita persembahkan untuk Allah dalam hidup ini haruslah kita lakukan dengan penuh totalitas, tidak setengah-setengah, dan bersifat sempurna yang tidak mengandung cacat, tentu sebatas kemampuan. Baik itu dalam hal shalat, puasa, zakat, infaq, haji, dakwah, jihad, berkorban dan lain-lain.

Dan karena sifatnya sebagai persembahan khusus untuk Allah itu pula, maka menurut jumhur ulama, tidak ada bagian manapun dari hewan qurban yang boleh dijual atau dijadikan sebagai upah jagal misalnya, termasuk kulitnya, bulunya dan bahkan kain penutup yang dipakaikan pada hewan qurban sebagai penahan cuaca panas dan dingin sejak seekor hewan telah ditetapkan sebagai udhiyah sampai saat disembelih. Karena sejak ditetapkan sebagai qurban yang dipersembahkan untuk Allah, maka hewan udhiyah itu telah murni menjadi “milik” Allah. Dan Allah Ta’ala – melalui Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam – hanya mengizinkan agar “milik”-Nya itu dikonsumsi oleh pequrban dan keluarganya, disimpan, dan dibagi-bagikan sebagai sedekah atau hadiah, dan tidak untuk dijual (HR.Muttafaq ‘alaih). Dan dari sini kita kita mendapatkan pelajaran besar bahwa, jika kita benar-benar telah menjual jiwa, harta dan segala milik kita kepada Allah (lihat QS. At-Taubah [9]: 111), yang berarti jiwa, harta dan semua milik kita telah murni menjadi ”milik” Allah, maka apapun yang kita lakukan terhadap apa-apa yang ada pada kita itu haruslah atas seizin dan perkenan Sang Pemilik, Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan bukan sekehendak dan semau kita sendiri.

ANTARA UDHIYAH DAN TADHIYAH

Ada hikmah lain yang sangat penting di balik syariat ibadah ber-udhiyah, yakni adanya keterkaitan yang sangat erat antara udhiyah (berqurban, menyembelih hewan qurban) dan tadhiyah (berkorban secara umum), baik secara bahasa maupun secara makna. Secara bahasa, udhiyah dan tadhiyah berasal dari kata dhahha yudhahhi yang berarti berqurban dan berkorban sekaligus. Adapun secara makna, ber-udhiyah adalah bagian dari tadhiyah, karena memang esensi dari ibadah qurban (ber-udhiyah) adalah pengorbanan itu sendiri. Apalagi jika kita mengingat bagaimana pada mulanya sunnah qurban ini harus dilaksanakan oleh Khalilullah Ibrahim ‘alaihis-salam, dimana beliau diperintahkan untuk berkorban dan berqurban dengan menyembelih putra tercinta beliau, Nabi Ismail ‘alaihis-salam, meskipun akhirnya ditukar dengan sembelihan kambing yang besar, setelah terbukti secara nyata ketaatan dan kesabaran beliau berdua dalam memenuhi perintah Allah (lihat QS. Ash-Shaaffaat [37]: 102-107). Maka ibadah ber-udhiyah, dengan demikian, akan menanamkan dalam diri kita dan diri setiap pequrban kecintaan dan semangat untuk selalu siap berkorban dengan apa saja yang kita miliki di jalan Islam, dakwah dan perjuangan, yang merupakan syarat untuk mencapai kemenangan Islam dan mengembalikan’izzah (kemuliaan) serta kekuatan kaum muslimin sebagai khairu ummah (sebaik-baik ummat). Maka marilah kita selalu ber-udhiyah (berqurban) dan ber-tadhiyah (berkorban) agar kita dan ummat kita tidak selalu menjadi atau dijadikan korban! Ingat, kita adalah ummat pequrban dan bukan ummat korban! Wassalam.

#Nahlo Mal Milik Sengman Diresmikan Presiden SBY

Jumat, September 06, 2013


#Nahlo Mal Milik Sengman Diresmikan Presiden SBY

Jakarta: Kedekatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan pengusaha Sengman Tjahya perlahan mulai terungkap. Kedekatan SBY dengan Sengman terlihat nyata saat SBY menjabat sebagai Pangdam II/Sriwijaya dari 23 Agustus 1996 sampai 7 Agustus 1997. Setelah menjadi presiden, SBY tercatat meresmikan mal milik Sengman.

Itu dibeberkan pengurus Kadin Ilir Barat Permai, Palembang, Sumatra Selatan, Abdul Azis, Kamis (15/9). "Saat itu pada masa Orde Baru, pengusaha dengan militer sangat akrab. Apalagi, Sengman kategori pengusaha besar di Palembang. Dia yang membangun Palembang Square lalu Kompleks Ilir Barat Permai. Jadi betul Sengman banyak beking pejabatnya," kata Azis saat berbincang dengan Media Indonesia.

Bukan hanya itu. Pada masa SBY menjadi Pangdam, Sengman memiliki usaha perjudian dan sedang dalam kejayaan. Selain perjudian, Sengman juga bergerak dalam usaha properti dan kontraktor.

"Masa itu (SBY menjabat Pangdam) sebelum pindah ke Jakarta, Sengman terkenal sebagai pengusaha permainan ketangkasan judi bola gelinding. Judi berjaya di Palembang," ungkapnya.

Calon Anggota DPD 2004 itu mengatakan di bidang properti dan kontraktor, Sengman merupakan salah satu pengusaha terkenal yang membangun Palembang Square. Saat Gubernur Sumatra Selatan periode 1998 hingga 2003 Rosihan Arsyad, Sengman mendapatkan aset tanah pemerintah provinsi untuk membangun kompleks mal tersebut.

"Peresmian Palembang Square milik Sengman yang diabadikan dalam prasasti dilakukan Pak Presiden SBY. Sampai sekarang masih ada. Itu menandakan kedekatan SBY dengan Sengman. Sebuah mal diresmikan seorang Presiden," ujarnya.

Namun, pembangunan itu menimbulkan masalah karena diduga terjadi penyelewengan pemberian izin hak pakai atas tanah milik Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan. Kejaksaan Tinggi Negeri Sumatra Selatan pun menahan dan menetapkan Kepala Badan Pertanahan Palembang (BPN) Nasiruddin sebagai tersangka pada 2005. Saat itu Gubernur Sumsel dijabat Syahrial Oesman (2003-2008).

Atas kasus itu, Sengman memindahkan bisnis Palembang Square ke Grup Lippo. Selain itu, Sengman juga memiliki bisnis properti yaitu Kompleks Ilir Barat Permai yang berisi pertokoan, supermarket, spa, dan lainnya. "Kecewa dengan kasus itu dan tidak didukung Syahrial, Sengman kemudian banyak berdiam diri di Jakarta. Lalu terdengar informasi dari teman pengusaha, dia mulai memasuki Kementerian Pertanian," ujarnya. (Raja Eben/metrotvnews.com)

*http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/09/05/1/179728/Mal-Milik-Sengman-Diresmikan-Presiden-SBY

Penelitian ilmiah pengaruh bacaan al Qur'an pada syaraf, otak dan organ tubuh lainnya

Penelitian ilmiah pengaruh bacaan al Qur'an pada syaraf, otak dan organ tubuh lainnya

“Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur’an…”
Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.

Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan.

Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.

Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Quran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.

Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Al-Qur’an.

Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Al-Qur’an dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Al-Qur’an dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an.

Al-Qur’an memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.

Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Al-Qur’an. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Al-Qur’an lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Al-Qur’an memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).

Mahabenar Allah yang telah berfirman, “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (Q.S. 7: 204).


(zilzaal/arrahmah.com)

Sprindik KPK Bocor.. Tulisan Tangan 'Tunggu Persetujuan Presiden' Tertera di Sprindik Jero Wacik

Sprindik KPK Bocor.. Tulisan Tangan 'Tunggu Persetujuan Presiden' Tertera di Sprindik Jero Wacik

JAKARTA - Meski belum melakukan pemeriksaan dan menetapkan status hukum terhadap Menteri ESDM Jero Wacik, namun kini dokumen Surat Perintah Penyidikan(SPRINDIK)mengenai status Jero Wacik beredar.

Isi Sprindik tersebut menerangkan mengenai perintah untuk menaikkan proses pemeriksaan ke tingkat penyidikan dengan menetapkan seorang tersangka.

Tribunnews mendapatkan salinan dokumen tersebut yang dikirim melalui surat elektronik atau email dari pengirim mengatasnamakan 'Satgas Mafia Hukum'.

Anehnya, di akhir surat terdapat tulisan tangan yang menerangkan bahwa status hukum Jero Wacik menunggu persetujuan Presiden. Tulisan tangan tersebut sangat jelas terlihat karena berada di akhir surat yang semua tulisannya diketik.

Tulisan tangan tersebut persis berada di sebelah kiri tanda tangan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

Adapun isi dari Surat Perintah Penyidikan(Sprindik) tersebut adalah sebuah perintah untuk melakukan penyidikan tindak pidana korupsi beripa penerimaan hadiah atau janji kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara terkait proyek PT Kernel Oli Pte Ltd atau proyek-proyek lainnya yang diduga dilakukan oleh tersangka Jero Wacik selaku Mneteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.

Surat tersebut juga menerangkan dasar peningkatan status hukum Jero Wacik merujuk pada Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomo 21 Tahun 2002 tetntang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 99 tentang Pembernatasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam dokumen tersebut juga tertulis berupa perintah kepada empat orang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) untuk segera bertugas melakukan penyidikan terhadap kasus suap SKK Migas.

Surat perintah tersebut berlaku sejak tanggal dikeluarkan di Jakarta, Agustus 2013 (tanpa tanggal). Surat perintah penyidikan (sprindiK) ditandatangani Wakil ketua KPK Bambang Widjojanto.

Tidak hanya itu, sang pengirim dokumen juga mengirimkan beberapa dokumen 'Surat Perintah Penyidikan'(Sprindik) terkait status hukum Bupati Bogor Rachmat Yasin. Surat ini juga ditandatangani Bambang pada 22 Mei 2013.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh jawaban atau konfirmasi mengenai beredarnya Surat Perintah Penyidikan(Sprindik) mengenai peningkatan status hukum Menteri ESDM Jero Wacik terkait kasus dugaan suap SKK Migas.

*http://www.tribunnews.com/nasional/2013/09/06/tulisan-tangan-tunggu-persetujuan-presiden-tertera-di-sprindik-jero-wacik

Bang Buyung: Kedekatan SBY Dengan Sengman Itu Fakta Sejarah, Kok Istana Mengelak!

Rabu, September 04, 2013

Bang Buyung: Kedekatan SBY Dengan Sengman Itu Fakta Sejarah, Kok Istana Mengelak!

Kedekatan Presiden SBY dengan Sengman terus diungkap para tokoh negeri ini. Nama "Sengman" sendiri mengemuka dalam persidangan suap impor daging sapi yang disebut sebagai utusan Presiden SBY dan menerima uang Rp 40 miliar dari PT Indoguna Utama.

Setelah diungkap oleh ekonom senior yang juga Menko Perekonomia era Gus Dur, Rizal Ramli, kini giliran advokat senior Adnan Buyung Nasution yang mengungkapnya.

"Dia (Sengman) dulu di Palembang dekat dengan Pangdam. SBY kan pernah tugas (sebagai Pangdam) di sana," ujar Bang Buyung, demikian Adnan Buyung Nasution disapa, Minggu (1/9).

Bang Buyung sangat menyesalkan tindakan Istana yang membantah soal perkenalan dan hubungan SBY dengan Sengman. Selain diungkap Rizal Ramli, kata Bang Buyung, dirinya juga menerima informasi dari banyak kolega mengenai perkenalan dan adanya "budi" yang diberikan Sengman kepada SBY di saat awal-awal SBY terjun ke dunia politik.

"Abang heran kok dibantah. Kebenaran empiris, fakta sejarah, tidak baik dibantah. Mestinya akui saja, tidak perlu mengelak," tegas mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu.

Bantahan yang disampaikan pihak Istana, masih kata Bang Buyung, tidak ada untungnya. Ada banyak saksi sejarah yang masih hidup yang tahu soal hubungan tersebut sehingga kalau dibantah malah merugikan bagi Presiden SBY. Bantahan malah akan mengurangi kredibilitas SBY, SBY dianggap tidak sportif dan tidak gentle karena ingkar terhadap budi seseorang.

"Utang budi jangan diingkari. Akui saja dengan gentle," katanya.[ach/rmol/rimanews]