News Update :

Ucapan Idul Fitri yang Sesuai Tuntunan Nabi

Rabu, Agustus 07, 2013

Ucapan Idul Fitri yang Sesuai Tuntunan Nabi

Idul fitri akan segera tiba. Bagaimanakah ucapan di hari raya Idul Fitri yang sesuai tuntunan Nabi? Apakah “Minal Aidzin wal Faizin” seperti budaya di negeri kita, atau saling meminta maaf dalam bahasa Arab? Ternyata, ucapan yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya adalah “Taqabbalallahu minna wa minkum.”

“Taqabbalallahu minna wa minkum” adalah sebuah doa. Yang artinya, semoga Allah menerima (ibadah) kami dan (ibadah) kalian.

Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitabnya Fathul Baari menjelaskan, “Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila bertemu di hari Id, mereka berkata kepada sebagian lainnya: taqabbalallahu minna wa minka.”

Kapankah waktu mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum?

Ibnu Taimiyah menjelaskan, taqabbalallahu minna wa minkum mulai diucapkan ketika bertemu setelah selesai shalat Id. Beliau mengatakan, “Ucapan hari raya di mana sebagian orang mengatakan kepada yang lain jika bertemu setelah shalat Id, ‘taqabbalallahu minna wa minkum’, ‘Ahalallahu ‘alaika’, dan sejenisnya ini telah diriwayatkan dari sekelompok sahabat bahwa mereka mengerjakannya.”

Lalu, haramkah ucapan “minal aidzin wal faizin” yang merupakan kependekan dari “ja’alanallahu minal aidzin wal faizin”? Ucapan yang juga merupakan doa yang artinya “semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang” itu tentu tidak haram sebagaimana kita boleh berdoa dalam bahasa apa pun dan meminta kebaikan apa pun kepada Allah. Namun, apa yang dituntunkan Rasulullah lebih utama. Maka yang lebih baik adalah berupaya membudayakan ucapan ‘taqabbalallahu minna wa minkum.’

Demikian pula, meskipun ucapan “mohon maaf lahir dan batin” tidak pernah dicontohkan Rasulullah dan para sahabatnya, ucapan itu boleh-boleh saja sebagaimana meminta maaf itu boleh dilakukan kapan saja. Dan masyarakat Indonesia mengambil momentum Idul Fitri sebagai sarana silaturahim dan saling bermaafan. Wallahu a’lam bish shawab. [Abu Nida]
Share this Article on :

0 comments: